Ada lima waktu cinta
Memanggil jiwa yang terjaga
Bahwa kekuatan bukan pada tenaga
melainkan pada niat di dalam dada
Awal pagi mengajarkan keteguhan,
intisari dari setiap tindakan
poros yang menggerakkan rencana
yang ada di dalam pikiran kita
Siang hari melatih kesadaran,
di tengah hiruk pikuk dunia
Agar tidak terlena oleh kesibukan,
sehingga seruan Tuhan tak terabaikan
Sore hari menuntun kesabaran,
saat langkah mulai kelelahan
Agar jiwa tak hilang arah cinta
Di saat senja sudah mulai tiba
Mentari tenggelam membisikkan ketundukan
Laksana tamu yang hendak berpamitan
Pulang dengan membawa keindahan
dengan cinta yang penuh kepasrahan
Malam hari mengingatkan keheningan
Ketika menjadi sajadah semesta
Dalam gelap, cinta pun butuh pelukan,
agar damai ditemukan di kedalaman rasa
Semua mengingatkan hati:
ke mana kita akan kembali
Lima waktu bukan sekadar panggilan,
tapi denyut cinta yang menuntun arus kehidupan
Lima waktu menjadi saksi,
bahwa cinta sejati menuntut konsistensi
Bukan sekadar hati yakin
tapi butuh tindakan yang disiplin
Malang, 8 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kasus Smartboard Langkat, Menanti Keberanian Hukum Menyentuh Semua yang Terlibat
Mutiara Pagi: Mengaji Jati Diri (Bagian 1989)
Bencana Kemanusiaan Pekerja Migran, Mengapa Negara Gagal Memutus Jaringan TPPO?
Kontingen Gema Tunas PKBM dan SKB Cianjur Raih Predikat Juara Terbaik Jawa Barat
Diduga Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Puluhan Buruh PT Pou Yuen Adukan Koperasi ke Yapeknas
Anggaran Fantastis Rp1,4 Miliar di Sekretariat DPRD Cianjur Disorot, Tuntut Keterbukaan Data Tender
Dana Nasabah Tertahan Hampir Rp1 Miliar, Yapeknas Desak Kejelasan dari LKM Milik Pemkab Cianjur
Mutiara Pagi: Dalam Pelukan Takdir (Bagian 1990)
Integritas dalam Lensa Al-Qur'an dan Neurosains: Menyatukan Kata, Pikiran, dan Tindakan
Kisah Tragis Para Pejuang, Jangan Berjuang Demi Mereka yang Pengecut