(Bisikan Hati Sang Penyair: Dzi)
Dia duduk di pojok sunyi,
di mushalla yang tak mengenalnya,
tak ada salam, tak ada tanya,
hanya lantai dan langit yang terbuka
Jarak dari rumahnya tak jauh,
namun hatinya seakan asing di bumi-Mu
Ya Rabb, betapa Engkau memperlihatkan,
bahwa kemegahan dunia hanyalah debu fana
Tak ada yang menyebut namanya,
meski Engkau tahu siapa dia,
Di tengah lautan pujian-Mu?
Ia pun merasa setitik debu
dan bukan siapa-siapa di hadapan-Mu
Seorang hamba, rapuh dan pelupa,
yang masih sering berharap pujian makhluk,
padahal hanya Engkau yang patut disembah,
dan hanya Engkau yang layak diagungkan
Allahu Akbar...
Lisan ini gemetar menyebut-Mu,
sebab Engkau Maha Besar, dan aku
hanyalah bayang-bayang yang sebentar lalu lenyap
Bila Engkau sembunyikan dia dari manusia,
itu kasih, bukan siksa
Bila Engkau sembunyikan dia di mata dunia,
itu nikmat, bukan cela
Biarlah dia tak dikenal seluruh bumi,
asal langit mengingat namanya
Biarlah dia sendiri di sudut sunyi,
asal Enkau menemaninya, ya Ilahi Rabbi
Malang, 10 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Rahasia Ketenangan yang Hilang di Tengah Kesibukan
Mutiara Pagi: Di Sudut Bandara (Bagian 1895)
Pererat Hubungan, Presiden Prabowo Gelar Lawatan Kenegaraan ke Brasilia
Tabir Kematian Brigadir Nurhadi Terkuak, Poligraf Ungkap Kebohongan 2 Perwira Polri
PCNU Cianjur Gelar Sosialisasi Produk Halal, Launching LP3H, dan Bimtek Pendamping Halal Bersama BPJPH RI
BEM PTNU Soroti Putusan MK soal Pemisahan Pemilu, Ancaman Disintegrasi dan Tantangan Demokrasi Konstitusional
Mutiara Pagi: Pulau Seribu Masjid (Bagian 1896)
PP-MKP Sowan ke Ketua MPR-RI, Bahas Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Nilai Pancasila
LKNU Cianjur Salurkan Bantuan Alat Bantu Aksesibilitas untuk Penyandang Disabilitas
Diresmikan Pimpinan Wilayah, Berikut Susunan Pengurus IPNU dan IPPNU Cianjur Masa Khidmat 2025–2027