Journalnusantara.com, Gaza - Militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi seluruh penduduk Gaza City sebagai persiapan untuk memperluas operasi militernya.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Avichay Adraee, mengunggah pemberitahuan di platform X yang memperingatkan penduduk bahwa wilayah tersebut akan diserang dengan kekuatan besar.
Ia mendesak sekitar satu juta orang, yang banyak di antaranya telah berulang kali mengungsi, untuk pindah ke Al-Mawasi, sebuah "zona kemanusiaan" yang ditetapkan oleh Israel di wilayah selatan. Adraee menegaskan bahwa "tetap tinggal di wilayah kota sangat berbahaya."
Perintah ini dikeluarkan hanya satu hari setelah Hamas mengindikasikan kesiapannya untuk bernegosiasi terkait proposal gencatan senjata Gaza yang baru, yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menginformasikan bahwa militer Israel telah menghancurkan puluhan gedung tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Ia menuduh Hamas menggunakan bangunan-bangunan tersebut untuk memasang kamera pengintai guna memantau pergerakan pasukan Israel.
Di sisi lain, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel dalam 24 jam terakhir telah mengakibatkan 67 kematian dan 320 korban luka-luka.
Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut terus memburuk di tengah eskalasi konflik.