KTT BRICS di Afrika Selatan, Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Berhak untuk Maju

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 27 Agustus 2023 | 09:42 WIB
Jokowi dalam KTT BRICS di Afrika Selatan (Foto: Media sosial Jokowi)
Jokowi dalam KTT BRICS di Afrika Selatan (Foto: Media sosial Jokowi)

Journalnusantara.com, Afrika Selatan - Masih dari ajang KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan, Presiden Jokowi menyampaikan ajakan kepada seluruh negara berkembang untuk bersatu dan memperjuangkan hak-haknya untuk kemajuan negaranya.

"Untuk itu, segala tindak diskriminasi terhadap upaya kemajuan negara-negara berkembang harus dihilangkan dan kerja sama yang setara dan inklusif harus terus disuarakan," ungkapnya dilansir dari media sosial pribadinya.

Menurutnya, diskriminasi perdagangan harus kita tolak. Hilirisasi industri tidak boleh dihalangi. Bahwa semua negara harus terus menyuarakan kerja sama yang setara dan inklusif.

"Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS dan sejumlah pemimpin negara lainnya itu, saya menyampaikan pandangan bahwa tatanan perekonomian dunia saat ini sesungguhnya tidak adil," tegasnya.

Dirinya menyebut, kesenjangan pembangunan ekonomi semakin lebar di antara negara berkembang dan negara lainnya, rakyat miskin dan kelaparan semakin bertambah.

"Situasi tersebut harus segera diselesaikan, tidak boleh dibiarkan. Negara-negara anggota BRICS dapat menjadi bagian penting untuk memperjuangkan keadilan pembangunan bagi seluruh negara di dunia," beber Dia.

Di sela-sela KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan, Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo Jean-Michel Sama Lukonde di Sandton Convention Centre.

Ia mengatakan, bahwa Indonesia dan Kongo adalah pemilik hutan tropis terbesar di dunia. Kerja sama kedua negara penting untuk mengembangkan nilai ekonomi hutan dan berkontribusi mengatasi perubahan iklim. Indonesia siap berbagi pengalaman dalam hal konservasi gambut hingga pengelolaan hutan lestari.

"Selain itu, kami membahas mengenai pengembangan hilirisasi industri mengingat Kongo dan Indonesia juga merupakan negara penghasil kobalt terbesar pertama dan kedua di dunia. Indonesia siap berbagi pengalaman dan keahlian terkait ekosistem hilirisasi," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB
X