Joornalnusantara.com, UEA - Indonesia melalui Panglima TNI menandandatangani kerjasama militer secara serius dengan angkatan bersenjata Uni Enirat Arab (UEA) yang sudah dua tahun tertunda, pada Rabu (24/05/2023).
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., berkunjung ke Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA) dalam rangka memperkuat kerja sama militer antara TNI dengan Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab (PEA) dan membangun ikatan saling percaya atau mutual trust diantara keduanya.
"Momentum ini juga digunakan untuk melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama di bidang militer dalam bentuk arrangement yang sudah tertunda selama dua tahun, bertempat di Markas Besar Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab," ujarnya dilansir dari media pusat penerangan TNI.
Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI diterima dengan upacara jajar kehormatan dan dilanjutkan pertemuan bilateral dengan The Chief of Staff of The UAE Armed Forces, Lieutenant General Engineer H.E. Issa Al Mazrouei.
Baca Juga: Puteri Indonesia DKI Jakarta 4 2023 Gelar Pelatihan Pendidikan Non Formal bagi Anak Kurang Mampu
"Setelah melaksanakan pertemuan bilateral kedua Panglima Angkatan Bersenjata melaksanakan penandatanganan pengaturan kerja sama di bidang militer sebagai payung hukum pelaksanaan kegiatan kerja sama militer kedua negara," terangnya.
Ia manyampaikan, bahwa kunjungan tersebut adalah merupakan bagian dari diplomasi militer yang dilakukan oleh TNI kepada negara-negara sahabat dalam rangka meningkatkan kerjasama militer diantara kedua belah pihak.
"Namun demikian kerjasama militer hanyalah output dari diplomasi militer yang tujuan utamanya adalah membangun mutual trust dan common understanding," bebernya.
Menurutnya, kerjasama yang terjalin antara TNI dan Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab telah dimulai sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin pada tahun 1976.
"Kedua negara juga secara aktif ikut serta dalam keanggotaan dibeberapa organisasi Internasional seperti Perserikatan Bangsa - Bangsa atau United Nations, Gerakan Non-Blok (GNB), Indian Ocean Rim Association (IORA), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan The Indian Ocean Naval Symposium (IONS)," imbuhnya.
Ia menyatakan, bahwa hal ini menunjukan adanya komitmen yang sama dalam mewujudkan perdamaian dunia dan stabilitas keamanan kawasan.
"Khususnya kawasan Samudera Hindia, sehingga perlunya dibuat turunan MoU berupa pengaturan pelaksanaan kerja sama militer supaya lebih terencana dan terprogram," tukasnya.
Baca Juga: Joan Angelina, 1st RU Miss Chinese World 2023 dengan Segudang Prestasi
Sebagai informasi tambahan, pada kunjungan kali ini Panglima TNI didampingi oleh Asintel Panglima TNI Laksada TNI Angkasa Dipua, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dan Kapuskersin TNI Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, M.A.
Artikel Terkait
Menteri Ikut Nyaleg, Bawaslu Beri Perhatian Khusus Karena Rawan Penyalahgunaan Fasilitas Jabatan
Anies Dinilai Lupa, Relasi Politisi-Pedagang Juga Terjadi di Sekitarnya
Joan Angelina, 1st RU Miss Chinese World 2023 dengan Segudang Prestasi
Putri Nabila, Mahasiswi Multi Talenta Asal Medan Jadi Delegasi Ajang AYMUN 2023 di Malaysia
Indah Nian Menjadi Pensiunan, Ini Dia Nominal Gaji Pensiun PNS Tahun 2023
Sebanyak 43 Tim Siap Bersaing di Piala Asia U-23, Indonesia Masuk Group K Bersama Taiwan dan Turkemistan
PT. PLN (Persero) Manjakan Pelanggan Dengan Aplikasi PLN Mobile
Bila Terpilih Maju ke Senayan, Idan Ramdan Bertekad Membangun IPM Cianjur
Puteri Indonesia DKI Jakarta 4 2023 Gelar Pelatihan Pendidikan Non Formal bagi Anak Kurang Mampu
Sebuah Ruko di Cidaun Habis di Lalap si Jago Merah, Kerugian di Taksir 500 Jt