Lise Meitner, Ibu Bom Atom yang Dihapus dari Sejarah dan Menolak Kehancuran

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 22 Juni 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi bom atom saat dijatuhkan AS di Hirosima dan Nagasaki Jepang (Foto: istimewa)
Ilustrasi bom atom saat dijatuhkan AS di Hirosima dan Nagasaki Jepang (Foto: istimewa)

Journalnusantara.com - Kisah sains seringkali dihiasi dengan narasi para jenius yang penemuannya mengubah dunia. Namun, di balik gemerlap penghargaan dan pengakuan, tersimpan kisah-kisah tersembunyi yang tak kalah penting, bahkan mungkin lebih tragis.

Salah satunya adalah kisah Lise Meitner, seorang ilmuwan brilian yang dijuluki "Ibu Bom Atom," namun namanya justru dihapus dari sejarah dan prestasinya direbut.

Lise Meitner adalah seorang fisikawan wanita dari Austria, salah satu profesor fisika wanita pertama di negerinya, dan penemu kunci fenomena "fisi nuklir" bersama dengan Otto Hahn.

Penemuan monumental ini menandai pertama kalinya umat manusia menyadari bahwa inti atom berat dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, melepaskan energi yang sangat besar dalam prosesnya.

Ironisnya, penemuan inilah yang kemudian menjadi dasar bagi "Proyek Manhattan" Amerika Serikat untuk mengembangkan bom atom.

Namun, di sinilah letak ketidakadilan yang mengerikan. Meskipun Lise Meitner adalah penemu utama di balik konsep fisi nuklir, Hadiah Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1944 justru hanya diberikan kepada Otto Hahn.

Bahkan lebih menyakitkan, nama Lise Meitner dihapus dari makalah penelitian yang merupakan hasil kolaborasi mereka. Sebuah penghinaan yang menyakitkan bagi seorang ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan.

Diskriminasi yang dialami Meitner tidak hanya berhenti di sana. Sebagai seorang wanita di dunia sains yang didominasi pria pada masanya, ia menghadapi berbagai hambatan.

Pernah, ketika ia meminta akses ke laboratorium Institut Jerman, ia bahkan harus menyelinap melalui lorong bawah tanah karena statusnya sebagai wanita.

Kondisi ini mencerminkan betapa sulitnya posisi wanita dalam dunia akademik saat itu, seolah-olah kecerdasan mereka tidak setara dengan rekan-rekan pria.

Meskipun penemuannya digunakan untuk menciptakan senjata paling mematikan dalam sejarah, Lise Meitner sendiri tidak pernah terlibat dalam pengembangan bom atom.

Ia bahkan menolak tawaran dari para ilmuwan Proyek Manhattan untuk berpartisipasi, dengan tegas menyatakan, "Saya tidak akan mempelajari fisika untuk menghancurkan umat manusia."

Sebuah pernyataan yang kuat, penuh integritas, namun sayangnya sempat "dihapus" dari narasi sejarah selama beberapa dekade.

Bayangkan, pada tahun ketika Otto Hahn berdiri di podium Nobel, Lise Meitner hanya bisa menyaksikan salju dari sebuah rumah kayu kecil di Swedia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB
X