Peradaban Kuno yang Berganti Nama

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 16 November 2024 | 17:46 WIB
Gambaran peradaban mesopotamia dimasa lampau (Pinterest/)
Gambaran peradaban mesopotamia dimasa lampau (Pinterest/)

 

1. Mesopotamia menjadi Iraq

Latar Belakang Sejarah: Mesopotamia, yang sering disebut sebagai "Tempat Lahir Peradaban," terletak di antara sungai Tigris dan Efrat, di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Irak modern.

Mesopotamia merupakan rumah bagi beberapa peradaban manusia paling awal, termasuk bangsa Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Asyur. Wilayah ini dikenal karena perkembangan tulisan, urbanisasi, dan masyarakat yang kompleks.

Seiring berjalannya waktu, wilayah tersebut menjadi bagian dari berbagai kekaisaran, seperti Kekaisaran Persia dan kemudian Kekhalifahan Islam.

Nama "Irak" mulai digunakan pada abad ke-6 selama Kekaisaran Sassanid, dan menjadi nama resmi negara modern setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman pada awal abad ke-20.

2. Indus Valley menjadi Pakistan

Latar Belakang Sejarah: Peradaban Lembah Indus merupakan salah satu budaya perkotaan paling awal di dunia, berkembang sekitar tahun 2600-1900 SM di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan dan India barat laut.

Dikenal dengan kota-kotanya yang maju seperti Mohenjo-Daro dan Harappa, peradaban ini mengembangkan bentuk-bentuk awal penulisan, arsitektur, dan organisasi sosial.

Setelah kemunduran Peradaban Lembah Indus, wilayah tersebut menyaksikan serangkaian kekaisaran dan invasi, termasuk Kekaisaran Maurya dan Gupta, dan kemudian Kekhalifahan Islam.

Pada tahun 1947, setelah berakhirnya kekuasaan Inggris di India, wilayah tersebut menjadi negara merdeka Pakistan, sebuah nama yang mencerminkan identitas Islam negara baru tersebut.

3. Roman Empire menjadi Italy

Latar Belakang Sejarah: Kekaisaran Romawi, yang pada puncaknya pada tahun 117 M meliputi sebagian besar Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah, merupakan salah satu kekaisaran terkuat dalam sejarah.

Kota Roma merupakan jantung kekaisaran ini, yang meninggalkan warisan abadi dalam hal hukum, pemerintahan, arsitektur, dan bahasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB
X