Di hadapan cermin, ia menatap
Wajahnya kusut, hatinya gelap
Sejumlah cela ditemukan
Meski berusaha menyembunyikan
Selalu cermin yang dicerca
Padahal hatinya yang perlu ditata
Buruk muka, cermin dibelah
Begitulah kata pepatah
Selama luka hati yang terlukis
Akibat rasa sakit yang tergores
Tidak akan berbuah manis
Sebaik apa pun dalam berproses
Karena hidup,
mengajari kita untuk tetap berjalan
Agar tak pernah redup,
untuk memperbaiki sejumlah kesalahan
Bukan membalas kebencian dengan kebencian
Dengan nyala hati yang penuh kedengkian
Ketenangan adalah kunci
Menciptakan perubahan yang berarti
Sedangkan benci dan kedengkian
Memutus mata rantai sejumlah kebaikan
Ibarat menuang minyak
pada api yang sedang menyala
Kobarannya semakin bergejolak
Semua terbakar, masalah tak reda
Malang, 16 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pangeran Suryanegara
Mutiara Pagi: Hidup Adalah Mencari (Bagian 1680)
Amerika Itu Negara Para Pendatang!
Skuad Garuda Siap Lawan Jepang dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
PETRA Racana Abdningrat Disambut Meriah, 50 Mahasiswa Baru Siap Bergabung
Kongsi Kekuasaan Prabowo dengan Jokowi
Rayon PMII STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Kajian Sejarah dan Keorganisasian untuk Menumbuhkan Rasa Cinta terhadap Organisasi
Mutiara Pagi: Kesempatan Hanya Sekali (Bagian 1681)
Amalan-amalan Baik
Tugas dan Wewenang Aparat Penegak Hukum