JournalNusantara.com - Pegiat media sosial sekaligus penceramah Ustaz Hilmi Firdausi, soroti Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera.
Hilmi mengungkap jika banyak sisi lain dari peristiwa tersebut yang patut diperhatikan, terutama terkait perilaku para pejabat yang muncul di tengah bencana. Bahwa sejumlah pejabat tampak memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan tertentu, sebuah fenomena yang menurutnya cukup menggelikan.
Dirinya pun mencontohkan seorang gubernur yang disebut rela terbang ke Sumatera demi menyalurkan bantuan secara langsung, meski daerah yang dipimpinnya juga sedang dilanda bencana serupa.
Baca Juga: Catatan Gelap Para Pemilik Sah Republik
Namun, ia tidak menyebutkan secara gamblang siapa sosok gubernur yang dimaksud.
Hal tersebut diketahui melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (9/12/2025).
"Ada Gubernur provinsi lain bela-belain datang ke Sumatera padahal daerahnya sedang banjir juga. Ada Bupati malah kampanye memuji-muji Presiden berlebihan di hadapan korban bencana. Ada Bupati yang menyerah menangani bencana terus pergi umrah sekeluarga."
Tak berhenti di situ, Hilmi juga menyoroti aksi sejumlah menteri dan anggota DPR RI yang menurutnya terkesan mencari panggung di tengah situasi darurat.
Baca Juga: Mutiara Pagi: Balas Jasa (Bagian 2053)
Ia menilai berbagai tindakan tersebut lebih menyerupai pencitraan daripada empati.
"Belum lagi pencitraan ala menteri (pembuat kebijakan hingga alam murka), anggota-anggota Dewan dengan gimik artisnya di daerah bencana, ditambah komentar-komentar pejabat yang asbun dan nirempati plus buzzer-buzzer dikerahkan di medsos menyerang masyarakat yang kritis terhadap pemerintah yang lalai. Pantas banyak netizen bertanya, bisakah kita masuk surga lewat jalur sabar jadi WNI?"
Melalui pernyataan-pernyataannya itu, Hilmi menegaskan bahwa di tengah bencana, yang dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran pejabat yang benar-benar bekerja, bukan sekadar hadir untuk menciptakan citra.
Sementara itu, di sisi lain, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) yang kini berada di Sumatera menjadi sorotan.