PH Shandhika Widya Cinema, 'Raja Infotainmen' di Balik Kontroversi Xpose Uncensored Trans7

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 20 Oktober 2025 | 09:08 WIB
Ribuan Santri Ponpes se Kabupaten Situbondo, Tebu Ireng, Sidogiri, Nurul Jadid, Hingga Genggong Gelar Aksi di alun-alun Situbondo sikapi tayangan Trans 7, Sabtu 18 Oktober 2025. (Foto: Arahpena/Ahmad Fiqi Purba)
Ribuan Santri Ponpes se Kabupaten Situbondo, Tebu Ireng, Sidogiri, Nurul Jadid, Hingga Genggong Gelar Aksi di alun-alun Situbondo sikapi tayangan Trans 7, Sabtu 18 Oktober 2025. (Foto: Arahpena/Ahmad Fiqi Purba)

Journalnusantara.com - Direktur Utama Transmedia, Atik Nur Wahyuni, dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, telah mengungkapkan identitas Production House (PH) yang memproduksi program kontroversial "Xpose Uncensored" di Trans7.

PH yang dituding menghina pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo, adalah SHANDIKA WIDYA CINEMA yang dipimpin oleh Heriyanto dan beralamat di Cipinang, Jakarta.

Shandhika Widya Cinema bukanlah nama baru. Perusahaan dengan logo menyerupai huruf 'S' ini dikenal sebagai raksasa di industri pertelevisian Indonesia dan disebut sebagai jaringan rumah produksi program infotainment terbesar kedua setelah Bintang Mas Entertainment.

Didirikan oleh Heriyanto, yang merupakan putra dari tokoh pers legendaris almarhum Pollycarpus Swantoro, PH ini telah berdiri puluhan tahun dan dikenal sebagai raja program infotainment lintas stasiun TV.

Portofolio mereka mencakup berbagai acara populer, seperti "Kabar Kabari" (RCTI), "Status Selebritis" (SCTV), "BestKiss" (Indosiar), hingga "Selebrita Expose" (Trans7).

Meskipun identitas PH telah terungkap, transparansi informasi mengenai tim inti yang terlibat masih menjadi tuntutan utama dari santri dan netizen. Dirut Transmedia hanya menyebut nama pimpinan, Heriyanto, namun belum memberikan kejelasan mengenai:

Tim Kreatif

 

Pembuat Narasi

 

Pengumpul Data/Video

 

Pengisi Suara (Voice Over / VO) atau Voice Talent (VT)


Spekulasi mengenai VO sempat mengarah pada dua nama, yaitu Anita Martha dan Diera Fajriyah. Anita Martha, yang dikenal sebagai VO acara Silet, telah mengklarifikasi melalui media sosialnya bahwa ia bukan pengisi suara dalam tayangan kontroversial tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB

Makan Malam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:13 WIB
X