Journalnusantara.com - Direktur Utama Transmedia, Atik Nur Wahyuni, dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, telah mengungkapkan identitas Production House (PH) yang memproduksi program kontroversial "Xpose Uncensored" di Trans7.
PH yang dituding menghina pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo, adalah SHANDIKA WIDYA CINEMA yang dipimpin oleh Heriyanto dan beralamat di Cipinang, Jakarta.
Shandhika Widya Cinema bukanlah nama baru. Perusahaan dengan logo menyerupai huruf 'S' ini dikenal sebagai raksasa di industri pertelevisian Indonesia dan disebut sebagai jaringan rumah produksi program infotainment terbesar kedua setelah Bintang Mas Entertainment.
Didirikan oleh Heriyanto, yang merupakan putra dari tokoh pers legendaris almarhum Pollycarpus Swantoro, PH ini telah berdiri puluhan tahun dan dikenal sebagai raja program infotainment lintas stasiun TV.
Portofolio mereka mencakup berbagai acara populer, seperti "Kabar Kabari" (RCTI), "Status Selebritis" (SCTV), "BestKiss" (Indosiar), hingga "Selebrita Expose" (Trans7).
Meskipun identitas PH telah terungkap, transparansi informasi mengenai tim inti yang terlibat masih menjadi tuntutan utama dari santri dan netizen. Dirut Transmedia hanya menyebut nama pimpinan, Heriyanto, namun belum memberikan kejelasan mengenai:
Tim Kreatif
Pembuat Narasi
Pengumpul Data/Video
Pengisi Suara (Voice Over / VO) atau Voice Talent (VT)
Spekulasi mengenai VO sempat mengarah pada dua nama, yaitu Anita Martha dan Diera Fajriyah. Anita Martha, yang dikenal sebagai VO acara Silet, telah mengklarifikasi melalui media sosialnya bahwa ia bukan pengisi suara dalam tayangan kontroversial tersebut.
Artikel Terkait
Mengenal Peran Vital Angin Muson di Indonesia
Ancaman dan Bahaya Angin Puting Beliung
Gerakan Ekonomi Rakyat Menyala, Kopdes Merah Putih Bunisari Memimpin Kebangkitan Desa Agrabinta
Mutiara Pagi: Cahaya yang Tak Pernah Redup (Bagian 2002)
Ritual Minggu Pagi, Menciptakan Ketenangan dan Produktivitas
Secangkir Cerita Senja, Ngopi Santai dengan Bidadari Langit
Pemdes dan MUI Bojong Gelar Maulid Nabi, Hadirkan KH Cheepy Hibatulloh
Mutiara Pagi: Belajar Arti Ketenangan (Bagian 2003)
Menggenggam Makna di Balik Hormat Bendera
Marwah Kiai dan Pesantren Dilecehkan, Ansor-Banser DKI Segel Kantor Trans7