Diriwayatkan dari sebagian ulama, mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan. Mereka berdoa lagi lima bulan setelahnya semoga amalannya diterima.
"Berkata Yahya bin Abi Katsir bahwasanya beliau senantiasa berdo'a: 'Ya Allah, pertemukanlah aku dengan selamat hingga sampai kepada bulan Ramadhan, dan antarkanlah bulan Ramadhan itu kepadaku. Dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan'."
(Lathoiful Ma'arif li Ibni Rojab, hal 148).
Dalam menyambut bulan ramadhan, ada banyak hal yang biasanya dipersiapkan oleh ummat muslim. Dalam tradisinya (khususnya di Jawa) sebagian masyarakat melakukan "padusan" dan "nyadran/ruwah". Hal itu baik, namun ada yang lebih baik lagi yakni mempersiapkan diri. Apa saja?
1. Rohaniyah:
Bersihkan hati. Yang tadinya terbiasa berburuk sangka, negatif thingking, shu'udzon mari berlatih diubah menjadi berbaik sangka, positif thingking, husnudzon. Tadinya suka marah, tergesa-gesa, selalu mau menang sendiri, waton dll dilatih untuk ikhlas dan bersabar.
Untuk mendapatkan hati yang lebih tenang, seseorang dapat mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah. Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, umat muslim sangat dianjurkan untuk:
a. Memastikan tidak memiliki utang puasa tahun kemarin atau sudah terbayar keseluruhan. Hal ini agar utang puasa tidak semakin menumpuk dan menjadi beban pikiran.
b. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan melalui taubat nasuha. Mengutip laman Baznas, langkah yang tak kalah penting adalah meminta maaf kepada sesama. Dengan memperbaiki hubungan dengan orang lain, maka hati menjadi tenang dan damai.
c. Sebelum bulan Ramadhan, kuatkan niat dan tekad untuk beribadah dengan sungguh-sungguh. Niat yang tulus akan menjadi pendorong utama dalam menjalankan amalan selama Ramadhan.
2. Maaliyah:
Mengumpulkan harta (sesuai kemampuan) untuk bisa bersedekah, memberi kepada yang kurang mampu, bersedekah ke masjid, menyumbang ataupun menyiapkan takjil. Menyantuni anak yatim serta membayar zakat fitrah. Bahkan sekadar memberi makan kepada orang berpuasa saja pahalanya banyak sekali.
Ibaratkan menonton film di bioskop, kita wajib membeli tiket. Naik kendaraan umum juga begitu, bahkan masuk kamar mandi umum diharuskan membayar. Maka jika kita ingin masuk sorga juga harus membayar. Membayar yang dimaksud tidak lain adalah bersedekah, zakat mal dan fitrah. Jangan pernah pelit untuk memberi sedekah dan zakat.
3. Badaniyah:
Menjaga kesehatan fisik. Tidak dianjurkan kepada mereka yang sakit untuk berpuasa ramadhan. Sepanjang ia sehat dan kuat menjalani puasa maka diwajibkan baginya berpuasa. Untuk itu, menjaga fisik menjadi penting agar kita lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.
Jika diperlukan, persiapkan jenis suplemen untuk penyegar tubuh, bagi yang rentan akan sakit, misal: madu, vitamin, dsb. Olah raga dan beraktivitas seperti biasa juga diperlukan agar fisik tetap bugar tidak mudah loyo dan lemas.
4. Amaliyah:
Persiapkan diri untuk mengisi waktu luang dengan beramal seperti: sholat wajib/sunnah, berdoa, berdzikir, membaca Al Qur'an, bersedekah, dll. Amaliyah yang dilakukan pada bulan ramadhan besar sekali pahalanya.
Alangkah baiknya jika umat muslim membuat jadwal ibadah dan menetapkan target selama bulan Ramadhan, seperti jumlah khataman Al-Qur'an, meningkatkan kualitas sholat berjamaah, qiyamul lail, hingga jumlah sedekah. Mengutip laman Kemenag, menyusun rencana ini bisa menjadi alat untuk mengevaluasi diri secara berkala.
Artikel Terkait
Digitalisasi Pesantren
Pamor Sepeninggal Prabu Siliwangi dan Sunan Gunung Jati Cirebon
Ratusan Siswa Ikuti Sanlat BKPRMI Cianjur: Membentuk Pemuda Religius yang Berkontribusi untuk Umat
Mutiara Pagi: Lantunan Firman Ilahi (Bagian 1797)
Presnas BEM PTNU Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Pemerintahan dari Koruptor
Langkah Kecil Menuju Keabadian
Mutiara Pagi: Malam yang Dinanti (Bagian 1798)
Sujud yang Menundukkan Ego
5 Hal Ikhwal Saling Mengingatkan Antar Sesama
Bersabar dan Bersyukur