Di bawah cahaya rembulan suci,
berbisik doa tanpa henti
Berharap ampunan Sang Pencipta,
membawa kebahagiaan dalam sukma
Malam hening penuh harap
Butiran doa jatuh perlahan
Hati kecil selalu meratap
Agar hidup penuh keberkahan
Langit bertabur bintang gemintang,
seperti kisah yang enggan hilang
Membawa rindu tak tertahan,
kepada sang kekasih pilihan Tuhan
Bunga mekar di taman sari
daunnya jatuh tertiup angin
Cinta suci takkan terganti,
meskipun ada pilihan lain
Embun pagi di dedaunan,
membawa manfaat di kala subuh.
Cinta sejati penuh keikhlasan,
Terasa dekat tak pernah jauh
Laksana perahu berlayar jauh,
mengarungi samudra tak bertepi
Upaya benar bersungguh-sungguh
Menerangi hidup kita tiada henti
Malang, 13 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Tantangan Disrupsi Teknologi, PAC MDS RA Karangtengah Cianjur Sampaikan Pesan Penting untuk Seni Kaligrafi dalam Regenerasi Digital
Ramadan: Telaga di Padang Gersang
Mutiara Pagi: Keheningan (Bagian 1796)
Digitalisasi Pesantren
Pamor Sepeninggal Prabu Siliwangi dan Sunan Gunung Jati Cirebon
KAHMI Jabar Dukung Gubernur Dedi Mulyadi Relokasi Kawasan Puncak Cisarua, Bogor
Ratusan Siswa Ikuti Sanlat BKPRMI Cianjur: Membentuk Pemuda Religius yang Berkontribusi untuk Umat
Mutiara Pagi: Lantunan Firman Ilahi (Bagian 1797)
Presnas BEM PTNU Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Pemerintahan dari Koruptor
Langkah Kecil Menuju Keabadian