Pada Jaman dahulu di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu.
Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian.
Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. Pada suatu ketika seorang raja dari seberang lautan mendengar mengenai kemashuran rakyat kerajaan Kalingga yang terkenal jujur dan taat hukum.
Untuk mengujinya ia meletakkan sekantung uang emas di persimpangan jalan dekat pasar. Tak ada sorang pun rakyat Kalingga yang berani menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya Hingga tiga tahun kemudian kantung itu disentuh oleh putra mahkota dengan kakinya.
Ratu Shima demi menjunjung hukum menjatuhkan hukuman mati kepada putranya. Dewan menteri memohon agar Ratu mengampuni kesalahan putranya. Karena kaki sang pangeranlah yang menyentuh barang yang bukan miliknya, maka sang pangeran dijatuhi hukuman dipotong kakinya.
Begitulah mengnai kerajaan Kalingga yang dapat dipaparkan, Kerajaan tersebut sumbernya masih sedikit dan kabur sehingga belum banyak diketahui mengenai kelanjutan kisahnya. Meskipun demikian selain peninggalan berupa naskah dan dongenan rakyat, Kerajaan Kalingga juga rupanya meninggalkan beberapa peninggalan.
Oleh : @Sejarah Cirebon
Artikel Terkait
Jangan Cengeng, Optimis Raih Swasembada Pangan
Pertama Kali di Cianjur, Terasia Episode 2
Paradoks Perberasan
Menyibak Hakikat Kerugian dalam Lintasan Waktu
Igornas Cianjur Sosialisasikan Senam Waringkas dan Anak Indonesia Hebat
Mutiara Pagi: Di Sini Tempat Lahir Kita (Bagian 1742)
Mengurai dan Menakar Luka di Tengah Konflik yang Tak Sehat Oleh: Munawir
Hadiah Awal Tahun: Jennifer, Siswi SMA Menerima Islam
Upaya Wujudkan Indonesia Emas, GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center
Kisah Pegawai VOC yang Dibuang ke Pulau Terpencil di Samudera Atlantik