JournalNusantara.com - Sebuah truck hancur terhantam kereta api Brantas. Kejadian tersebut diakibatkan karena mesin truck tiba-tiba mati saat melintas rel di jalan Jerakah - Semarang Poncol,. Akibat insiden tersebut sejumlah kereta api terhambat pemberangkatannya.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, KPK Gaungkan 'Hajar Serangan Fajar'
Kereta Api Idonesia (KAI) bersama pihak terkait berhasil melakukan proses evakuasi kereta api dan bangkai truk sehingga kedua jalur tersebut sudah dapat dilalui kereta api sejak Rabu (19/7/2023) dini hari.
Sebagai bentuk layanan kompensasi kepada pelanggan, KAI memberikan service recovery berupa minuman, makanan ringan hingga makanan berat kepada para pelanggan yang perjalanan keretanya terdampak.
Baca Juga: Diduga ada Permainan dalam PPDB SMAN, SMKN dan SMPN 2023, Kampac Datangi Kadisdik Cianjur
"KAI memohon maaf atas keterlambatan jadwal kereta yang tidak sesuai dengan jadwal semestinya. KAI terus berupaya secara maksimal agar perjalanan kereta kembali normal," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dikutip dari laman resmi KAI, (19/7/2023).
"Mulai pukul 04.28 WIB pagi tadi, alhamdulillah proses evakuasi lokomotif eks KA 112 Brantas sudah selesai dievakuasi dan jalur hulu dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas," tambah Joni.
Baca Juga: Wamenag Tegaskan ASN Kemenag Jangan Terlibat Politik Praktis di Pemilu 2024
Pukul 05.17 WIB, KA 130 Gumarang dengan relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi telah berhasil melewati jalur hulu dengan aman dan lancar. Untuk sementara ini jalur hulu sudah dapat dilalui oleh KA dengan batas kecepatan 10 km/jam dan secara bertahap akan terus ditingkatkan.
Adapun kereta yang mengalami keterlambatan yakni KA 78F Pandalungan selama 124 menit, KA 126 Harina selama 155 menit, KA 16 Argo Muria selama 145 menit, dan KA 130 Gumarang selama 147 menit.***
Sumber : jawapos.com