JournalNusantara.com - Kabar gembira datang dari Cibodas Cianjur. Seekor Anak Elang Jawa (Nisaetus barte/SI) atau Sang Garuda lahir di Taman Nasional Gede Pangrango.
Burung istimewa yang berumur 10 hari itu pertama kali ditemukan Tim Pengendali Ekosistem Hulan (PEH) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama Mitra RCS (Raptor Conservation Society) di Blok Gegerbentang, Resort PTN Cibodas, Seksi PTN Wi ayah I Cibodas, Bidang PTN Wilayah I Cianjur pada tanggal 3 Juni2023.
Baca Juga: Gelar Pelatihan Usaha, Ikhtiar NU Peduli Kemanusiaan Cianjur bagi Penyintas Gempa
Anak elang ini lahir dari pasangan elang jawa jantan bernama Mandala dan betina bemama Wangi. Pasangan induk elang jawa tersebut terpantau telah menghuni di wilayah Resort PTN Cibodas dan aktif berkembangbiak sejak 2010 (sumber Mitra RCS).
Elang Jawa termasuk ke dalam satwa yang setia pada pasangannya (monogami). Periode berkembangbiaknya yaitu dua tahun sekali dengan hanya menghasilkan satu telur setiap periode.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo.menyatakan kelahiran anak elang jawa ini telah menambah populasi satwa langka yang dilindungi di TNGGP.
Baca Juga: Manchester City Akhirnya Menjuarai Liga Champions 2002/2003 Setelah Tekuk Inter Milan 1-0
"Satwa burung pemangsa ini masuk ke dalam daftar merah IUCN (lntemational Union for Conservation of natuire and Natural Resources-IUCN Redlist) dengan kategori terancam punah (endangered).Bang jawa merupakan satwa dilindungi melalui Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutana n Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1212018," jelas Sapto dalam siaran persnya, Minggu (11/6/2023).
Sapto menambahkan bahwa TNGGP merupakan habitat penting bagi tiga satwa prioritas endemik Pulau Jawa, yaitu macan tutul jawa, owa jawa, dan elang jawa.
Baca Juga: Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum Buka Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolda Jabar Cup IV di Kota Tasikmala
"Kawasan ini memiliki ekosistem yang baik serta mendukung perkembangbiakan alami elang jawa yang secara sejarah telah menjadi insplrasi Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia. Sejak 2015,kami mencatat 16 sarang elang jawa aktif di kawasan taman nasional ini yang terdiri atas 6 sarang di Wilayah Cianjur, 5 sarang di Sukabumi, dan 5 sarang di Bogor." pungkas Sapto.
Elang jawa sendiri memiliki kedudukan di puncak rantai makanan (top predator) dalam sebuah ekosistem dan memiliki peranan penting sebagai pengendali populasi satwa lain yang menjadi mangsanya dan menjaga keseimbangan ekosistem serta berfungsi sebagai indikator kondisi suatu lingkunganyang baik karena jenis ini sangat peka terhadap kerusakan lingkungan.***
Sumber : radarcianjur.com