Begitu pun kelak nanti kita diakhirat ketika dipanggil dihadapan Allah :
“Hey fulan bin fulan, apakah selama hidup engkau senantiasa sholat ?, iya ya rabb, apakah ketika hendak sholat engkau senantiasa berwudlu ?, iya ya rabb, lalu kenapa wudlumu masih salah? Apakah engkau suka mengaji ?,suka ya rabb, lalu kenapa wudlumu masih salah ?, maafkan saya ya rabb, karena ketika saya mengaji dan hendak memasuki bab wudlu, engkau lebih dahulu mencabut nyawa saya ya rabb. Wahai hambaku karena engkau masih dalam keadaan giat mengaji, maka aku maafkan “.
Ataupun :
“ Hey fulan bin fulan, apakah selama hidup engkau senantiasa sholat ?, iya ya rabb, apakah ketika hendak sholat engkau senantiasa berwudlu ?, iya ya rabb, lalu kenapa wudlumu masih salah? Apakah engkau suka mengaji ?,suka ya rabb, lalu kenapa wudlumu masih salah ?, maafkan saya ya rabb, karena ketika saya mengaji saya tertidur dipengajian. Wahai hambaku karena engkau tidur masih di dalam keadaan mengaji, maka aku maafkan “.
Lain halnya dengan keadaan seperti ini :
“Hey fulan bin fulan, apakah selama hidup engkau senantiasa sholat ?, iya ya rabb, apakah ketika hendak sholat engkau senantiasa berwudlu ?, iya ya rabb, lalu kenapa wudlumu masih salah? Apakah engkau suka mengaji ?, tidak ya rabb“.
Lalu mau bagaimana kelak nanti kita mempertanggungjawabkan amal kita dihadapan Allah SWT ?.
Untuk itu saya mengajak kepada Para Alumni, santri dan hadirin yang hadir semua, untuk senantiasa lebih giat lagi dalam mencari ilmu; apabila dulu kita setiap hari mencari ilmu, lalu sekarang mempunyai kesibukan, saya mohon kiranya untuk menyempatkan waktu seminggu sekali atau paling minimal sebulan sekali untuk mengaji/mencari ilmu.
Rasulullah SAW bersabda :
“ Sesungguhnya orang yang paling merugi dihari kiamat, adalah orang yang selama hidupnya memiliki waktu untuk mengaji, tetapi ia enggan untuk datang ke pengajian “.
Karena orang yang enggan untuk mengaji selain ia berdosa karena meninggalkan kewajiban, ia pun telah menyia-nyiakan waktu selama hidupnya.
Selaras dengan firman Allah SWT :
“Demi masa/waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan beramal soleh, dang orang yang saling mengingatkan dalam kebenaran juga kesabaran “. (QS. AL-‘ASHR :3)
Pada ayat tersebut Ulama ahli bayan mengatakan bahwa, tidak ada satu mahluk pun yang dijadikan sumpah oleh Allah SWT, Melainkan mahluk tersebut mengandung rahasia. Alhasil waktu pun memiliki rahasia, pertanyaannya apa rahasia yang ada didalam waktu ?, maka mari kita perhatikan ibarat sebagai berikut :
Imam Al-Ghazali membagi waktu dalam sehari semalam 24 jam menjadi 3 bagian yaitu 8 jam,
a. 8 jam yang pertama kata Imam Ghazali silahkan kalian pakai untuk bekerja, dan ini sesuai dengan rata-rata peraturan pabrik yang ada di sukabumi yaitu 8 jam kerja, lebih dari 8jam maka dihitung lembur.
b. 8 jam yang kedua kata Imam Ghazali silahkan kalian pakai untuk beristirahat, dan ini pun sesuai dengan pendapat para dokter ahli kesehatan yang mengatakan “istirahat yang baik sehari semalam adalah 8 jam”, tapi santri mah jangan banyak tidur wiridan…