Baca Juga: 100 Tahun Nahdlatul Ulama
c. 8 jam yang ketiga/terakhir kata Imam Ghazali silahkan kalian pakai untuk beribadah, kalo kita berbicara Sholat saja satu waktu hanya 10 menit itupun sudah beserta wudlunya, maka 5 waktu pun hanya 50 menit, atau katakanlah 1 jam.
Lalu sisanya yang 7 jam lagi dipakai apa ?, maka inilah yang dimaksud dengan merugi, karena jatah untuk bekerja sudah ada, untuk beristirahat sudah ada, untuk ibadah pun sudah disediakan 8 jam, tapi yang terpakai hanya satu jam dan sisanya 7 jam lagi tersia- siakan.
Namun kendati demikian, tidak usah risau karena ibadah pun tidak hanya sholat saja, memuliakan keluarga ibadah, sedekah ibadah, bahkan senyum pun ibadah, bila perlu sisanya yang 7 jam pake senyum.
Hadirin rahimakumullah…
Untuk itu, mari kita sama-sama gunakan waktu kita dengan baik, luangkan waktu kita sejenak untuk datang ke pengajian menunaikan kewajiban kita dalam mengaji/mencari ilmu. Agar kita tidak tergolong sebagai orang yang merugi di akhirat nanti.
Selain dari itu saya akan memberikan suatu ibarot lagi :
Imam Ghazali juga mengatakan Al-Wakt Khoirun Mina Dzahab , yakni waktu lebih berharga daripada emas. Maknanya apabila kita kehilangan emas umpanya 1kg, maka ketikakita memiliki uang masih bisa beli kembai, akan tetapi apabila kita kehilangan waktu 1 menit saja kebelakang, niscaya tidak akan pernah bisa dibeli kembali meskipun dengan uang milyaran.
Bila kita memiliki emas sebesar buah mangga, kemudian dicuri oleh orang yang kita ketahui, niscaya orang tersebut pasti akan kita proses hukum bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan menghajarnya terlebih dahulu, itu baru bangsat/maling emas.
Sedangkan ada yang lebih berharga daripada emas yaitu waktu, di akhir zaman ini ada bangsat/maling waktu yang mencuri waktu kita tanpa kita sadari, yaitu TV dan HP…
Bukan berarti kita boleh memiliki TV dan HP, akan tetapi jangan sampai benda tersebut merampas waktu kita, artinya: waktunya sholat simpan HP berangkat sholat, waktunya ngaji matikan TV berangkat ngaji, jangan sampai benda tersebut menghalangi ataupun menyita waktu kita untuk beribadah sehingga kita lupa kepada Allah SWT.
Untuk sekali lagi saya mengajak kepada Para Alumni, Santri dan hadirin yang hadir pada kesempatan ini, untuk senantiasa giat dalam mencari ilmu agar semua amal ibadah kita diterima Allah SWT, lebih pandai-pandai mengatur waktu supaya tidak ada waktu yang tersia-siakan dan tidak menjadi orang yang merugi.
Semoga wasilah haol pangersa apa KH.Kholilullah ini menjadikan wasilah bagi kita semua diberikan ilmu yang manfaat, ilmu yang berkah, ilmu yang maslahat, juga semoga kita semua bisa mengamalkannya, serta di mendapatkan keberkahan didunia dan akherat… Amiin
Wallahul Muwaffiq Ila Aqwaamith Thorieq
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barokatuh
Artikel Terkait
Pemerintah Resmikan 3 Infrastruktur Pengendali Banjir di Bandung
Kemenkop UKM dan PPATK Bersinergi Cegah Pencucian Uang di Koperasi
Layak Jadi Percontohan, Pesantren Ad-Dzikro Cirebon Kini Punya Minimarket
Kirab Pemilu 2024 Dimulai dari Aceh
Turnamen Bang Taufik Cup Perdana Digelar, Gacoan Kapuk Muara Sapu Bersih Piala
Komisi XI DPR RI Minta Pemda Awasi Pembiayaan UMKM
Indonesia Siap Sambut Gelaran Piala Dunia U-20 2023
Mengenal Ritassya Wellgreat Waynands, Finalis Miss Mega Bintang Indonesia 2023
Indahnya Pasar Terapung Lok Baintan Banjarmasin Kalimantan Selatan
Kemensos RI Gelar Doa Bersama Sikapi Musibah Bencana di Indonesia