Journalnusantara.com, Sukabumi - KH. Muhammad Kholilullah dikenal ditengah masyarakat Sukabumi dan sekitarnya dengan panggilan “Apa Lili” diyakini masyarakat luas dan santrinya sebagai Ulama Kharismatik dan pejuang 45 yang mempunyai banyak Karomah.
Ia mendirikan Majelis Ta’lim (Sholawatan) An Nur pada tahun 1943 yang merupakan cikal-bakal berdirinya Pondok Pesantren Sirojul Athflal saat ia berusia 30 tahun.
Majelis Ta’lim ini adalah salah satu media dakwah pertama yang dilakukan beliau untuk dakwah Islamiyyah, disamping beliaupun berdakwah masuk-keluar kampung sampai ke daerah pedalaman Sukabumi.
Barulah pada tanggal 11 Jumadil Akhir 1377 H bertepatan dengan 1 Januari 1958 M, didirikan Pondok Pesantren, pada Tahun 1959 didirikan Madrasah Diniyah dan Tahun 1967 didirikan Madrasah Ibtidaiyah.
Institusi Pendidikan Islam baik yang formal dan non formal tersebut dinamakan Sirojul Athfal yang di ambil dari nama Pesantren dimana Ia menimba ilmu disana selama 11 tahun dan mengajar selama 30 tahun.
Oleh karenanya Ia adalah Tasyabah bi al-Salafi al-Sholihin mina al-Mutaqaddimin fi Thobaqaati al-Ula yang merupakan seorang murid dan kepercayaan K.H. Masthuro selaku paman sekaligus gurunya di Pondok Pesantren tersebut.
Apa Lili dilahirkan di Kampung Cikaroya, sebuah kampung yang bertetangga dengan Kampung Cibaraja tempat Sirojul Athfal kini berada, pada tahun 1913.
Beliau adalah putra pertama dari 4 (empat) bersaudara dari pasangan H.Turmudzi bin Bapak Enom dengan Ibu Siti Saudah binti Bapak Kamsol (KH. Muhammad Asro).
Ayah ibunya (kakeknya) adalah ayah dari KH. Muhammad Masthuro pendiri Pondok Pesantren Al Masthuriyah (d/h Pondok Pesantren Sirojul Athfal).
Jadi sanad Apa Lili dari Kakek jalur ibunya hingga ke Syarif Hidayatullah atau yang biasa dikenal dengan Sunan Gunung Jati, Cirebon dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW.
Sejak anak-anak Apa Lili digembleng kedua orang tuanya untuk bisa membaca dan menulis huruf Arab dan Latin. Ketika berusia enam tahun, yaitu pada tahun 1919.
Guru pertama dalam pelajari Al-Quran & Tajwidnya adalah Ibunya sendiri. Ia masuk Sekolah Rakyat Negeri yang disingkat dengan SRN pada tahun 1920 di usia 7 tahun selama 4 tahun lamanya.
Pada tahun 1924 saat beliau berusia sebelas tahun, Apa Lili menjadi santri di Pondok Pesantren Sirojul Athfal - Sukabumi (Sekarang Al Masthuriyah) selama enam tahun, Apa Lili belajar berbagai disiplin ilmu agama dari KH.Muhammad Masthuro selaku pamannya.
Selain itu, Apa Lili digembleng khusus mengaji Ilmu Tasawuf setiap hari Rabu di rumah kediaman Pamannya selama lima tahun diantaranya mengaji Kitab Al Hikam karangan Ibnu Athaillah dan Kitab Ihya ‘Ulumuddin karangan Hujjatul Islam Imam Ghazali.