Ada juga cerita salah satu santri yang bernama H. Syamsuri berasal dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia terbangun dari tidur saat di pondokan haji karena perutnya diremas sambil Apa Lili berkata : ”hudang ulah molor wae maneh !!!!, geura ka Haram” yang artinya : ”ayo bangun jangan tidur terus !!!, cepat sholat ke Masjidil Haram”.
Padahal saat itu Apa Lili tidak menunaikan Ibadah haji. Dan sejak kejadian tersebut H, Syamsuri selalu sebelum waktu sholat sudah berada di Masjidil Haram dan sepulang dari Ibadah haji menjadi Tokoh Masyarakat yang disegani di Kampungnya. Selama masa hidupnya Apa Lili hanya melaksanakan Ibadah Haji 2 (dua) kali pada tahun 1960 dan 1982.
Kisah lainnya yang mencerminkan karomah Apa Lili dialami oleh salah satu anaknya yang bernama KH. Muhammad Djihad yang saat itu sebagai pimpinan sementara pesantren saat Apa Lili menunaikan ibadah Haji di tahun 1982, dimana ia pernah berkisah pada suatu hari ada santri yang kesurupan (kerasukan jin).
Ia spontan membacakan ayat-ayat suci (Ruqyah) kepada santri tersebut tapi seperti tidak berpengaruh apa-apa. Namun, ketika Kyai Djihad berkata: ”bejakeun siah ka Apa Lili ngaganggu santri,” (saya bilangin kamu ke Apa Lili mengganggu santri) anehnya santri itu spontan tidak kesurupan lagi. Padahal posisi Apa Lili saat itu sedang menunaikan ibadah haji.
Bayangkan, mendengar nama Apa Lili, ”setan” pun seperti terbirit-birit ketakutan. Itulah karomah dan sepak terjang KH. Muhammad Kholilullah
Apa Lili seorang ”Ulama Masthur” (ulama yang tersembunyi). Ia sebagai pejuang 45 tanpa tanda jasa, Ulama Kharismatik yang mempuyai banyak Karomah serta sanad Ilmu dan nasabnya sampai ke Rosulallah SAW dari garis kakek jalur ibunya tetapi semasa hidupnya sangat bersahaja dan sederhana tidak mengejar dunia kecuali keridho’an Allah SWT semata.
Teringat kisah tentang Uwais Al-Qarni yang dikatakan oleh Imam Nawawi, “Uwais adalah orang yang menyembunyikan keadaan dirinya. Rahasia yang ia miliki cukup dirinya dan Allah yang mengetahuinya.
Tidak ada sesuatu yang nampak pada orang-orang tentang dia. Itulah yang biasa ditunjukkan orang-orang bijak dan wali Allah yang mulia”
Tentu sebagai seorang ulama, Apa Lili punya caranya sendiri dalam menyampaikan salam perpisahan. Sejatinya ia tidaklah pernah pergi tetapi hanya pulang. Ya, pulang ke pangkuan Tuhan, Allah sang pemilik alam semesta.
Menurut Al-Imamu al-Hafidzh Zakiyu-d-Dien Abdul ’Adziem bin Abdul Qowiyyu Mundziei dalam kitabnya At-Tarhieb wat-Tarhieb hal 106, ia berkata : Hai... saudaraku se-muslim, renungkanlah olehmu walau sesaat akan tanda-tanda/peringatan-peringatan ulama yang mengamalkan ilmunya yang mana cahaya Illahi telah ada padanya, maka apa-apa petunjuk yang ada pada mereka dapat bermanfaat untuk kita semua, dan seorang yang berilmu akan sesuatu bagaikan mata penglihatan (sangat mengetahui).
Tanpa ingin menyisakan kesedihan bagi para anak-anak dan santrinya. Ia menggunakan metafora atau isyarat untuk berpamitan.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia berkata kepada putra nomor empatnya, Kyai Muhammad Djihad Kholilullah.
”Apa hayang balik, pang neangankeun mobil,” (Apa ingin pulang, carikan mobil), kata Apa Lili.
Mungkin bingung harus menjawab apa, selain menanggapi secara datar. ”muhun, dipilarian mobilnan” (Iya, sedang dicarikan mobilnya), jawab Kyai Djihad.
Dengan keadaan tenang, akhirnya KH. Muhammad Kholilullah berpulang ke rahmatullah tepat hari Jum’at pada tahun 1997 persis adzan tanda shalat Jum’at berkumandang.
Artikel Terkait
KMA Kuota Haji 2023 Resmi Terbit, Kemenag RI Sesuaikan Penghitungan Estimasi Keberangkatan
Wapres Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
PAC GP Ansor Kecamatan Karangtengah Cianjur Bertekad Majukan Indeks Pembangunan Manusia
Seri Agama dan Sains: Lubang Hitam, Terompet Sangkakala dan Hari Kiamat
KKG PAI Kecamatan Cianjur Sukses Gelar Lomba, Juara Umum Diraih SDN Ibu Dewi 1
Mantan Pesaing Erick Thohir di PSSI Lolos Verifikasi Faktual Calon Anggota DPD RI Dapil Jatim
Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) Resmi Laporkan Bupati Cianjur Ke Mabes Polri
KPK Periksa Mantan Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo
Loh! Aldila Jelita Gugat Cerai Indra Bekti
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Bersih-Bersih Pegawai Pajak Nakal