daerah

KH Muhammad Kholilullah, Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Sukabumi

Rabu, 22 Februari 2023 | 05:31 WIB
KH Muhammad Kholilullah, Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Sukabumi

Jenis ini lebih berbeda lagi. Hasyiyah biasanya lebih bermuatan komentar atau ta’liq atas kitab model syarah. Entah komentar itu menolak atau menerima, namun gagasan dan argument yang disampaikan para ulama dalam kitab hasyiyah tadi sangatlah bijak dan santun tanpa sedikitpun mencela. Hasyiayah biasanya lebih tebal lagi daripada Syarah.

Inilah warisan nyata dari peradaban literasi Islam yang menyebar dari Timur Tengah hingga ke Nusantara. Tidak sedikit pula ulama-ulama Nusantara yang memberikan sumbangsih dan karyanya terhadap perkembangan dunia literasi Islam misalnya: Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Mahfudz Tarmasi, Syekh Irsyad Al-Banjari, Syekh Abdur Rouf Al-Singkiliy, Syekh Abdus Shomad Al-Palimbani dan masih banyak lagi.

Kurikulum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Pesantren memakai kurikulum sendiri dengan metode:

Baca Juga: Pedestrian Cianjur di Jalan Siliwangi, Habiskan Dana Ratusan Juta Rupiah

Metode Klasikal, adalah metode konvensional yang banyak dipakai oleh pengajar. Metode ini memiliki titik berat pada guru, fokus siswa adalah menyimak materi yang disampaikan. Metode klasikal cenderung digunakan untuk menyampaikan materi, jadi hanya informasi satu arah saja dari guru atau pengajar kepada murid.

Fungsi Pembelajaran Klasikal merupakan metode pengajaran yang efisisen untuk menyampaikan materi atau ilmu kepada siswa. Dengan informasi satu arah dari pengajar siswa mudah mendapatkan informasi atau ilmu yang baru.

Metode ini terbagi tiga (3) kelas : Ibtida'i (dasar), Wustha (menengah) dan Ula (tinggi) dengan waktu Kegiatan Belajar Mengajar setelah sholat subuh dan magrib setiap harinya. para santri belajar sesuai jenjangnya.

Metode Balagan, dimana materi pengajian disampaikan secara langsung oleh KH. Muhammad Kholilullah dan /atau masyayikh dengan waktu Kegiatan Belajar Mengajar setelah sholat asar untuk semua jenjang santri dan asatidz.

Metode Talaran, dimana santri di bawah bimbingan dan pengawasan asatidz menghafal Alquran, wiridan dan kitab kuning. untuk hafalan Alquran dan wiridan saat setelah sholat Jama'ah khususnya wiridan setelah sholat subuh, magrib dan isya dan setelah sholat Asar ditambah dengan surat Waqiah. Sedangkan hafalan kitab kuning sesuai dengan jenjang kelasnya dan ditampilkan saat "samen" atau Ngaleseng.

Baca Juga: Negara-Negara Tarik Bantuan dari Turki, Lantaran Situasi Tidak Aman

Menurut Pengamat sejarah Sukabumi Irman Firmansyah mengatakan konon istilah "samen" berasal dari bahasa Belanda yaitu samen yang artinya bersama.

Namun, mengingat tradisi samen di masyarakat merujuk pada rangkaian kegiatan kenaikan kelas dalam artian mensyukuri kelulusan baik dalam proses naik ke kelas berikutnya maupun perpisahan karena sudah lulus menjalani seluruh kelas, maka istilah ini lebih pas berasal dari kata slagen voor het examen yang artinya lulus ujian.

Kebiasaan pelafalan asing, kata Irman, sering kali menyesuaikan dengan lidah lokal, sehingga examen dilafalkan dengan samen yang ketika diartikan juga memang ada kegiatan bersama. "Samen berasal dari kebiasaan masyarakat Sunda sukabumi yang selalu merayakan sesuatu baik dengan selamatan maupun arak-arakan," kata Irman.

Samen di Pondok Pesantren Sirojul Athfal biasanya saat siang hari di isi dengan pawai dengan di iringi Marching Band dan pada malam harinya di isi dengan acara "ngaleseng" yakni para santri naik podium/mimbar melafalkan kitab kuning yang telah dihafalnya secara bergiliran dan acara ditutup dengan siraman rohani dari para Ulama terkemuka.

Tehnis pengajian oleh para Asatidz dengan tiga tehnis penyampaian sebagaimana istilah dalam kitab :

Halaman:

Tags

Terkini