Pada dasarnya, fungsi penting dari turats adalah untuk menuntun kita untuk memahami Alquran dan Sunah, bukan sumber hukum (mashdar al hukm). Sehingga banyak yang menggunakannya sebagai referensi (al marja’).
Contoh Kitab turats paling nyata adalah fikih yang kemudian melahirkan ilmu ushul fikih, kemudian ilmu kalam dan gramatikal Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah dan ‘Arudl/ Ilmu Syair) sebagai ilmu alat yang paling fundamental dan syarat wajib untuk memahami Alquran dan Sunah.
Seseorang yang menafsirkan Alquran dan Sunah tanpa ilmu di atas maka hanya akan penuh emosi dan kebencian serta jauh dari kandungan yang sebenarnya.
Kajian Kitab turats fikih, tentu berbeda dengan Kitab turats sejarah. Dalam Kitab turats sejarah, sumber sejarah (mashdar at tarikh) harus ditulis oleh orang yang hidup pada masa kejadian sejarah.
Sedangkan referensi sejarah (marja’ at tarikh) dapat ditulis oleh orang-orang yang hidup setelahnya, menganalisa kejadian bersejarah yang ditulisnya.
Beda kitab turats fiqih dengan kitab turats sejarah, beda juga dengan kitab turats ilmu-ilmu alat (gramatikal bahasa Arab). Setiap karya punya keutamaan metode, penjelasan dan bentuk tersendiri (prosa atau syair). Seperti Kitab Al Jurumiyah dan Alfiyah Ibnu Malik.
Baca Juga: Islamophobia di Eropa dan Amerika
Dari sini maka dikatakan bahwa para ulama terdahulu telah merumuskan metode pembelajaran ilmu-ilmu syar’i beserta ilmu-ilmu alat (gramatikal bahasa Arab) dengan metode pembelajaran yang telah terstruktur, agar mudah dipahami secara tersusun rapi.
Selanjutnya, karya-karya para ulama dijadikan bahan ajar bagi penuntut ilmu-ilmu syar’i hingga kini. Bahkan berbagai lembaga pendidikan umat Islam khusunya Pondok Pesantren menggunakan karya-karya para ulama sebagai kurikulum sesuai dengan pembahasan dalam karya tersebut.
Kitab Turats umumnya memiliki tiga jenis karakter model yang bisa kita kenali dari bentuk dan gaya penulisannya.
1. Matan
Matan adalah jenis kitab yang umumnya berbentuk tulisan ringkas seperti nadhom atau syair. Banyak alasan mengapa penyusun menulisnya secara ringkas, global dan berbentuk nadzam. Tujuannya adalah, agar pelajar mudah menghafal isi kitab itu lewat rima yang di susun seirama.
2. Syarah
Syarah adalah jenis kitab yang biasanya berupa ulasan tentang kitab matan dan sedikit memberikan penjelasan atau gagasan dari ulama lain atas pandangan seorang musonnif sebelumnya. Syarah biasanya sedikit lebih tebal daripada Matan.
3. Hasyiyah
Artikel Terkait
Geger! Wulan Guritno Open BO, Alasannya Bikin Penasaran
Jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Cianjur dan Sekitarnya
Gila...Pria Tua Sengaja Menginjak Bendera Merah Putih, Warganet Geram !
Tanamkan Karakter Islami, BKPRMI Cianjur Laksanakan Peragaan Manasik Haji
Panaskan Mesin Politik, PPP Konsolidasi Jelang Pileg 2024
Negara-Negara Tarik Bantuan dari Turki, Lantaran Situasi Tidak Aman
Pedestrian Cianjur di Jalan Siliwangi, Habiskan Dana Ratusan Juta Rupiah
Islamophobia di Eropa dan Amerika
Duta Genre Kota Bogor 2022 Jadi MC Kegiatan Menteri
Gas Elpiji Mahal, JIM dan Aliansi Mahasiswa Tolak Kenaikan LPG Kabupaten Cianjur