daerah

KH Muhammad Kholilullah, Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Sukabumi

Rabu, 22 Februari 2023 | 05:31 WIB
KH Muhammad Kholilullah, Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Sukabumi

Pada dasarnya, fungsi penting dari turats adalah untuk menuntun kita untuk memahami Alquran dan Sunah, bukan sumber hukum (mashdar al hukm). Sehingga banyak yang menggunakannya sebagai referensi (al marja’).

Contoh Kitab turats paling nyata adalah fikih yang kemudian melahirkan ilmu ushul fikih, kemudian ilmu kalam dan gramatikal Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah dan ‘Arudl/ Ilmu Syair) sebagai ilmu alat yang paling fundamental dan syarat wajib untuk memahami Alquran dan Sunah.

Seseorang yang menafsirkan Alquran dan Sunah tanpa ilmu di atas maka hanya akan penuh emosi dan kebencian serta jauh dari kandungan yang sebenarnya.

Kajian Kitab turats fikih, tentu berbeda dengan Kitab turats sejarah. Dalam Kitab turats sejarah, sumber sejarah (mashdar at tarikh) harus ditulis oleh orang yang hidup pada masa kejadian sejarah.

Sedangkan referensi sejarah (marja’ at tarikh) dapat ditulis oleh orang-orang yang hidup setelahnya, menganalisa kejadian bersejarah yang ditulisnya.

Beda kitab turats fiqih dengan kitab turats sejarah, beda juga dengan kitab turats ilmu-ilmu alat (gramatikal bahasa Arab). Setiap karya punya keutamaan metode, penjelasan dan bentuk tersendiri (prosa atau syair). Seperti Kitab Al Jurumiyah dan Alfiyah Ibnu Malik.

Baca Juga: Islamophobia di Eropa dan Amerika

Dari sini maka dikatakan bahwa para ulama terdahulu telah merumuskan metode pembelajaran ilmu-ilmu syar’i beserta ilmu-ilmu alat (gramatikal bahasa Arab) dengan metode pembelajaran yang telah terstruktur, agar mudah dipahami secara tersusun rapi.

Selanjutnya, karya-karya para ulama dijadikan bahan ajar bagi penuntut ilmu-ilmu syar’i hingga kini. Bahkan berbagai lembaga pendidikan umat Islam khusunya Pondok Pesantren menggunakan karya-karya para ulama sebagai kurikulum sesuai dengan pembahasan dalam karya tersebut.

Kitab Turats umumnya memiliki tiga jenis karakter model yang bisa kita kenali dari bentuk dan gaya penulisannya.

1. Matan

Matan adalah jenis kitab yang umumnya berbentuk tulisan ringkas seperti nadhom atau syair. Banyak alasan mengapa penyusun menulisnya secara ringkas, global dan berbentuk nadzam. Tujuannya adalah, agar pelajar mudah menghafal isi kitab itu lewat rima yang di susun seirama.

2. Syarah

Syarah adalah jenis kitab yang biasanya berupa ulasan tentang kitab matan dan sedikit memberikan penjelasan atau gagasan dari ulama lain atas pandangan seorang musonnif sebelumnya. Syarah biasanya sedikit lebih tebal daripada Matan.

3. Hasyiyah

Halaman:

Tags

Terkini