daerah

Disdikpora Cianjur Siapkan BBPPMPV Pertanian Jadi Transit Sekolah Terintegrasi

Senin, 20 Juli 2026 | 21:50 WIB
Disdikpora Cianjur. (FOTO: Ist)

 

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyatakan kesiapannya untuk mendukung operasional Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027.

Lokasi transit sementara yang disiapkan akan memanfaatkan kawasan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mewakili Kepala Dinas Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa penunjukan daerahnya oleh pemerintah pusat merupakan bagian dari akselerasi mutu pendidikan.

"Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan melalui model sekolah yang terintegrasi dan berstandar nasional serta memiliki perspektif global," katanya di Cianjur.

Penyelenggaraan SNT mengacu pada Regulasi Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2026 serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2026.

Area BBPPMPV Pertanian yang berlokasi di Jalan Raya Jangari, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, dipilih karena telah memenuhi standar sarana seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, hingga fasilitas olahraga.

"Lokasi ini memiliki dukungan lahan dan fasilitas yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen Sekolah Nasional Terintegrasi," katanya.

Pada tahap awal, SNT bakal membuka pendaftaran untuk jenjang kelas VII SMP dan kelas X SMA, dengan kuota dua rombongan belajar yang berisi masing-masing 20 siswa.

Proses seleksi mencakup pemeriksaan administrasi serta tes bakat skolastik, dengan tetap memberikan kuota jalur afirmasi bagi pelajar dari keluarga berpenghasilan rendah.

Pengembangan kurikulum di sekolah ini mengusung metode STEAMS yang memadukan sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga.

Setiap peserta didik juga disiapkan untuk mendapatkan fasilitas penunjang modern, mulai dari laptop pribadi, platform pembelajaran digital, bus sekolah, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kemitraan jaringan sekolah internasional.

"Kurikulum yang diterapkan mengedepankan penguatan kompetensi akademik, karakter, keterampilan hidup, penguasaan teknologi dan kemampuan berbahasa internasional tanpa meninggalkan konteks lokal yang menjadi kekuatan daerah," katanya.

Pemerintah Daerah bersama Kemendikdasmen terus mematangkan berbagai persiapan operasional, mulai dari penyiapan tenaga pendidik hingga rehabilitasi sarana.

Kehadiran SNT diharapkan mampu melahirkan generasi muda daerah yang berdaya saing global, unggul secara akademik, dan adaptif terhadap teknologi.

Tags

Terkini