daerah

Cianjur Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 21:11 WIB
Cianjur bakal jadi tuan rumah Sekolah Nasional Terintegrasi 2026. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Kabupaten Cianjur menorehkan pencapaian strategis di sektor pendidikan usai ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai salah satu lokasi pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027.

Program prioritas nasional ini dirancang sebagai rujukan model pendidikan modern yang memadukan jenjang dasar hingga menengah berstandar nasional dan internasional.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, H. Ipan Sopandi, mewakili Kepala Disdikpora H. Ruhli Solehudin, menilai penunjukan ini sebagai momentum emas untuk mengakselerasi kualitas sumber daya manusia daerah.

Keberadaan SNT diproyeksikan tidak hanya mengasah kompetensi akademik, melainkan juga membentuk karakter, penguasaan teknologi, seni, olahraga, dan wawasan global.

“Program ini merupakan terobosan besar dari Kemendikdasmen. Cianjur menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk mengoperasikan Sekolah Nasional Terintegrasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan operasionalnya,” ujar H. Ipan Sopandi.

Secara regulasi, penyelenggaraan program merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2026.

Cianjur masuk dalam jajaran 17 daerah prioritas awal bersama kawasan strategis lain seperti Otorita Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Bogor, Gowa, Banyumas, dan Kota Tidore Kepulauan.

Sebagai lokasi transit operasional awal, pemerintah memanfaatkan kawasan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian di Karangtengah, Cianjur.

Area seluas 15 hektare tersebut telah dilengkapi fasilitas memadai seperti ruang kelas, laboratorium, asrama, perpustakaan, hingga area olahraga sebelum kampus permanen selesai dibangun.

Ipan menjelaskan bahwa pendaftaran awal difokuskan untuk kelas VII SMP dan kelas X SMA dengan kuota 20 siswa per rombongan belajar. Seleksi calon peserta didik digelar transparan melalui verifikasi administrasi dan Tes Bakat Skolastik.

“Penerimaan peserta didik akan dilaksanakan secara transparan dan mengedepankan minat serta bakat siswa. Selain mempertimbangkan prestasi akademik dan non-akademik, pemerintah juga memberikan ruang afirmasi bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas,” katanya.

SNT dirancang mengusung konsep Smart School dan Green School dengan kurikulum berbasis STEAMS serta penguasaan bahasa asing. Fasilitas penunjang seperti laptop pribadi, sarana Learning Management System (LMS), program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga akses jaringan sister school internasional disiapkan guna mencetak lulusan berdaya saing global yang tetap berakar pada kearifan lokal.

“Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan hidup, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan global. Siswa akan dibekali berbagai sertifikasi kompetensi nasional maupun internasional sebagai pendamping ijazah,” jelasnya.

Tags

Terkini