Aula utama yang biasanya digunakan untuk upacara internal kedinasan kini telah diubah fungsinya menjadi tempat menginap yang representatif bagi para calon jemaah.
Area tersebut dilengkapi dengan tim medis yang siaga serta pasokan logistik yang memadai guna memastikan kondisi kesehatan para tamu Allah tetap prima.
"Kami melayani unsur masyarakat yang senang dengan sepak bola lewat nonton bareng. Insya Allah besok kita juga nonton bareng PSM melawan Persib, semoga menang, dan itu adalah dua pertandingan terakhir," tuturnya.
Lanjut Kapolres, termasuk warga masyarakat yang berkesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di tahun 2026 ini, pihaknya berkomitmen untuk melayani dengan baik.
Saat ini, Aula Bhayangkara yang seharusnya menjadi tempat acara hari jadi atau upacara telah disulap dan dimodifikasi sedemikian rupa oleh Wakapolres.
"Sehingga nyaman menjadi tempat penginapan bagi tamu Allah. Kami anggap mereka sebagai orang tua sendiri, termasuk kebutuhan makan dan minumnya. Di sebelah kanan dan kiri kita juga ada fasilitas kesehatan mobile," kata Kapolres Cianjur.
Pengamanan ketat juga diberlakukan saat proses pelepasan armada bus menuju asrama haji di Bekasi. Guna menghindari penumpukan massa dan mencegah potensi gangguan keamanan, seperti aksi kriminalitas copet yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, kepolisian memberlakukan pembatasan akses masuk ke area markas komando.
Hanya petugas resmi, pendamping bersertifikat, serta perwakilan keluarga jemaah dengan jumlah terbatas yang diperkenankan memasuki area utama. Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban serta kenyamanan para jemaah mengingat mayoritas dari mereka sudah berusia lanjut.
Sebagai bentuk transparansi dan keramahan pelayanan, Polres Cianjur juga menggratiskan seluruh fasilitas konsumsi di lingkungan kantin markas bagi semua elemen yang terlibat dalam prosesi pelepasan ini, termasuk bagi para jurnalis yang meliput kegiatan tersebut.
Langkah paling mencolok dari pelayanan tahun ini adalah penerapan sistem pengawasan melekat, di mana satu personel polisi ditugaskan khusus untuk mendampingi satu jemaah haji lansia guna membantu mobilisasi, mengangkat barang bawaan, hingga memastikan posisi duduk yang nyaman di dalam armada bus terbaik yang telah disiapkan.
"Mulai dari panitia, pendamping, pengantar, termasuk rekan-rekan pewarta, silakan ke kantin polres di bawah Aula Bhayangkara. Tinggal tunjukkan identitas, baik sebagai pewarta, pengantar, pembimbing, panitia keberangkatan haji, maupun anggota Polri. Insya Allah semua makanan dan minuman gratis sampai besok Minggu. Calon jemaah haji paling tua berumur 91 tahun, sedangkan yang paling muda berumur 52 tahun. Bismillahirrahmanirrahim, 73 orang tadi sudah kami nyatakan akan kami anggap sebagai orang tua kandung kami sendiri," tegasnya.
"Maka dari itu, per jemaah haji, apalagi yang perlu perlakuan khusus karena menggunakan kursi roda atau faktor umur, akan didampingi oleh satu orang personel dari Polres Cianjur. Satu jemaah satu personel, Insya Allah pengawasan melekat sampai besok keberangkatan. Kami angkat kopernya, kami tunjukkan di mana yang bersangkutan istirahat, hingga tempat duduknya nanti saat berangkat menggunakan bus. Busnya bisa dicek, ini armada terbaik dari Cianjur yang kami sajikan kepada tamu-tamu Allah," pungkasnya sambil mendampingi jemaah masuk ke dalam mobil.