JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat (LKMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rabu (22/4/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi pendidikan di wilayah tersebut yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.
Dalam orasinya, massa menyuarakan keresahan terkait adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli), indikasi ketidakterbukaan informasi, serta potensi praktik tidak sehat dalam pengelolaan sektor pendidikan.
Gerakan ini diklaim lahir dari temuan lapangan yang menunjukkan adanya beban yang tidak wajar bagi masyarakat.
Koordinator aksi menegaskan bahwa pihaknya menuntut kejelasan dari pihak dinas.
"Kami tidak datang untuk menuduh, tetapi kami menuntut kejelasan. Jika memang tidak ada pelanggaran, maka buka seluruh data secara transparan kepada publik," tegasnya di sela-sela aksi.
LKMM menilai, jika dugaan praktik tersebut benar terjadi, hal itu sangat mencederai nilai keadilan dan merugikan masyarakat, khususnya para peserta didik dan orang tua siswa.
Dalam pernyataan sikapnya, LKMM membawa empat tuntutan utama bagi pemerintah daerah:
1. Mendesak Dinas Pendidikan untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
2. Menuntut transparansi dalam pengelolaan anggaran serta kebijakan pendidikan.
3. Mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran yang berkembang.
4. Menolak segala bentuk pungutan liar dalam dunia pendidikan.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan ini berjalan secara damai. Meski demikian, massa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pihak terkait.
Mereka berkomitmen menjaga integritas dunia pendidikan dari kepentingan segelintir pihak demi masa depan generasi muda di Cianjur.