daerah

Kerentanan Jiwa Korban Bullying, Trauma dan Upaya Pemulihan Psikologis

Senin, 10 November 2025 | 13:00 WIB
Siswa siswi MI 2 Purwaharja Kota Banjar menyimak pemaparan dari petugas terkait kedisiplinan dan bullying. (Ist)

 

Journalnusantara.com - Korban bullying atau perundungan sering kali mengalami luka psikologis yang jauh lebih dalam dan bertahan lama dibandingkan luka fisik. Reaksi psikologis pertama yang muncul adalah ketakutan dan kecemasan yang intens, terutama saat berada di lingkungan yang diasosiasikan dengan pelaku, seperti sekolah atau tempat kerja. Rasa takut ini dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder) atau, dalam kasus yang parah, menjadi Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD).

Perundungan secara sistematis merusak konsep diri dan harga diri korban. Mereka mulai menyerap pesan negatif dari pelaku, meyakini bahwa mereka memang pantas diperlakukan buruk, tidak berharga, atau berbeda secara negatif. Keyakinan ini sering kali memicu depresi klinis, ditandai dengan kesedihan yang mendalam, hilangnya minat pada aktivitas yang dulu disukai, serta perubahan signifikan pada pola tidur dan nafsu makan. Dalam situasi terburuk, keputusasaan ini dapat meningkatkan risiko percobaan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri (self-harm).

Secara sosial, korban cenderung menarik diri. Mereka mengalami kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan yang sehat karena adanya masalah kepercayaan (trust issues). Mereka mungkin menjadi terlalu pasif dan penurut, atau sebaliknya, menjadi sangat defensif dan agresif sebagai mekanisme pertahanan diri (coping mechanism).

Pemulihan psikologis bagi korban bullying memerlukan intervensi yang komprehensif. Terapi kognitif-perilaku (CBT) sering digunakan untuk membantu korban mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif tentang diri mereka. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman, dan sekolah/lembaga sangat krusial. Menciptakan lingkungan yang aman dan validasi emosi korban adalah langkah awal yang esensial dalam proses penyembuhan trauma yang mereka alami.

Tags

Terkini