Journalnusantara.com, Bandung Barat - Misbah Abdul Rouf, selaku demisioner Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Cipeundeuy yang kini menjabat sebagai pengurus Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Bandung Barat, menegaskan pentingnya kegiatan upgrading.
Ia menyebut bahwa istilah "prematur" dalam konteks ini menggambarkan kondisi pengurus yang belum matang secara intelektual, emosional, maupun organisatoris. Kondisi ini sering kali menjadi pangkal masalah yang melahirkan problematika dalam pelaksanaan program, komunikasi internal, serta arah gerak organisasi yang tidak konsisten.
Menurut Misbah, upgrading bukanlah sekadar kegiatan formal berupa pelatihan atau pembekalan teknis semata. Lebih dari itu, upgrading merupakan proses penyadaran dan pematangan diri kader terhadap nilai-nilai dasar organisasi.
Misbah menganalogikan seorang pengurus yang belum melalui proses upgrading ibarat tanaman yang baru tumbuh namun sudah dipetik, yaitu rapuh dan mudah layu.
Dalam kesempatan tersebut, Misbah juga menyampaikan materi mengenai Strategic Planning (Perencanaan Strategis). Hal ini bertujuan untuk menyadarkan pengurus akan pentingnya perencanaan yang matang, terstruktur, dan sistematis dalam menyusun agenda-agenda organisasi.
"Strategi perencanaan harus mulai diterapkan di IPNU. Jangan sampai organisasi keterpelajaran yang cakupannya nasional malah tidak disiplin sejak tahap perencanaan, sehingga dapat melahirkan pengurus-pengurus yang prematur secara gerakan dan gagasan," tegasnya.
Sebagai informasi, kegiatan upgrading ini merupakan bagian dari rangkaian acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Cipeundeuy yang diselenggarakan di Aula Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy. Agenda tersebut turut dihadiri oleh perwakilan badan otonom (BANOM) NU se-Kecamatan Cipeundeuy.
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pelajar NU Cipeundeuy agar IPNU dan IPPNU tetap eksis dan terus melebarkan sayap untuk senantiasa menebarkan kebermanfaatan bagi kalangan pelajar.