Journalnusantara.com, Bogor – Koordinator Lapangan Brigade Mahasiswa Sahrul jasman kembali menindaklanjuti aksi sebelumnya dengan menggelar mediasi bersama pihak Desa Gobang dan tokoh masyarakat setempat.
Mediasi ini bertujuan untuk menuntut transparansi terkait pengunaan dana desa dan pelaksanaan Program Samisade yang terindikikasi mengalami keterlambatan.
Dalam kesempatan tersebut, Sahrul Jasman selaku koordinator Lapangan Brigade Mahasiswa Bogor raya menegaskan bahwa “Adakah permainan anggaran dari pihak Desa sehingga dalam satu tahun Program ini tidak tuntas?".
Menanggapi pernyataan tersebut Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menjelaskan “ Untuk tahapan pertama progam Samisade sudah selesai anggaran yang dicairkan, dan sudah saya cek langsung melalui pihak Pajak, BPOP, dan SPK.”
Namun, Brigade Mahasiswa kembali menyoroti masalah terkait pencairan dana untuk tahap kedua. Koordinator Brigade Mahasiswa Bogor Raya, mempertanyakan, "Lalu kenapa tahap dua ini cair di tahun 2025?"
Sekertaris Desa menjelaskan bahwa pencairan dana tahap dua memang tertunda, dengan alasan teknis. "Tahap kedua proyek, yang mencakup RW 01 dan RW 02 Kampung Cibuluh, diharapkan selesai tepat waktu sesuai anggaran yang telah dialokasikan. Pencairan dana tahap dua sempat tertunda karena aplikasi SIMPADA mengalami error pada bulan lalu, sehingga tidak bisa mencairkan dana Samisade."
Ketua APDESI juga memberikan pesan kepada masyarakat Desa Gobang, dengan menekankan pentingnya kerja sama dalam menyelesaikan pembangunan desa.
"Semua pihak harus fokus pada pembangunan dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. Jika ada keresahan atau ketidakpuasan dari masyarakat, harap sampaikan secara langsung agar bisa segera ditangani dengan solusi yang tepat. Kita harus menjunjung tinggi profesionalisme dalam melaksanakan tugas," katanya.
Sementara itu, Aliansi Brigade Mahasiswa menegaskan bahwa mereka menuntut transparansi yang lebih konkret agar tidak ada kecurigaan di kalangan masyarakat Desa Gobang terkait penggunaan dana Samisade.
"Kami ingin agar seluruh proses ini bisa dipertanggungjawabkan dengan jelas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga," ujar SJ.
Hingga saat ini, pihak Desa Gobang belum memberikan tanggapan yang memadai terkait tuntutan transparansi yang disampaikan oleh Brigade Mahasiswa.
Masyarakat pun berharap agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan baik demi kelancaran pembangunan di desa mereka.