daerah

Indramayu Kota Mangga

Kamis, 26 Desember 2024 | 14:58 WIB
tugu mangga Indramayu. Indramayu, Jejak Legenda di Balik Nama dan Kecantikan Nyi Endang Darma (indramayukab.go.id)

Journalnusantara.com - Indramayu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terkenal dengan julukan Kota Mangga.

Kabupaten Indramayu didirikan oleh Raden Arya Wiralodra pada tanggal 7 Oktober 1527. Tanggal tersebut juga diperingai sebagai Hari Jadi Kabupaten Indramayu.

Luas wilayah Kabupaten Indramayu mencapai 2.090 kilometer persegi, yang dihuni oleh 1.871.149 jiwa berdasarkan data tahun 2020

Wilayah Indramayu konon merupakan bagian dari Kerajaan Galuh Purba yang pusat pemerintahannya di kaki Gunung Slamet

Sejarah dan Asal-usul Indramayu Sejarah Kabupaten Indramayu berkaitan erat dengan Raden Arya Wiralodra dan sosok Nyi Endang Darma yang memiliki kecantikan yang luar biasa.

Diceritakan bahwa Raden Arya Wiralodra merupakan anak dari Tumenggung Gagak Singalodra dari Banyu Urip di Bagelen.

Arya Wiralodra memiliki cita-cita besar yaitu membuka daerah baru yang bisa diturunkan kepada anak keturunannya. Maka Arya Wiralodra melakukan tapa brata di Gunung Sumbing selama tiga tahun untuk meminta petunjuk daerah mana yang bisa dibuka.

Di akhir pertapaannya, Arya Wiralodra mendapat wangsit agar pergi dan membuka hutan di lembah Sungai Cimanuk.

Berangkatlah Arya Wiralodra dengan ditemani oleh Ki Tinggil mencari daerah lembah Sungai Cimanuk. Dalam perjalannya, Arya Wiralodra terus berjalan ke arah barat hingga hingga sampai kepada Sungai Citarum. Rupanya Sungai Cimanuk yang dicarinya sudah terlewat. Arya Wiralodra dan Ki Tinggil lantas berbalik arah ke timur.

Hingga akhirnya kedua orang itu berhasil sampai ke aliran Sungai Cimanuk. Keduanya lantas membuka hutan di sana dan membangun perdukuhan yang luas. Usai membuka hutan, Arya Wiralodra pulang ke Banyu Urip untuk menyampaikan keberhasilan itu kepada orang tuanya.

Saat Arya Wiralodra tidak ada, datang seorang wanita cantik bernama Nyi Endang Dharma ke pedukuhan baru itu yang dijaga oleh Ki Tinggi

Di sana, Nyi Endang Dharma yang cantik jelita turut serta dalam membangun pedukuhan tersebut. Hingga suatu hari datanglah Pangeran Guru dan 24 muridnya.

Perselisihan tidak terhindarkan antara Pangeran Guru dengan Nyi Endang Dharma. Keduanya lantas terlibat pertempuran. Namun pertempuran berakhir dengan kemenangan Nyi Endang Dharma, sedangkan Pangeran Guru dan semua muridnya tewas.

Ki Tinggil yang menyaksikan hal itu lantas menceritakannya kepada Raden Arya Wiralodra. Arya Wiralodra yang mendengar cerita itu muncul keinginan untuk menjajal kesaktian Nyi Endang Dharma.

Halaman:

Tags

Terkini