Wisnu berharap, melalui Pelita, mahasiswa tidak hanya rajin membaca, tetapi juga mampu memahami dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Buku adalah teman setia yang tidak pernah meninggalkan kita. Dengan membaca, kita membuka jendela dunia. Semoga Pelita dapat menjadi cahaya bagi mahasiswa untuk lebih mencintai ilmu pengetahuan,” tutup Wisnu penuh harapan.
Gerakan ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif terhadap buku dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di berbagai kampus untuk terus menyalakan api literasi.