Journalnusantara.com, Cianjur - Mahasiswa STAI Al-Azhary kini memiliki gerakan baru yang bertujuan meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap buku, yakni Pelita (Penggerak Literasi Kampus).
Gerakan ini digagas oleh Wisnu Mubarok, seorang mahasiswa sang aktivis kampus yang prihatin melihat rendahnya minat baca di kalangan mahasiswa, bahkan munculnya stigma negatif terhadap kebiasaan membawa buku.
Wisnu menjelaskan, gagasan ini muncul dari rasa cemas dan khawatirnya melihat kondisi kampus yang mulai asing terhadap buku.
“Banyak mahasiswa yang segan membawa buku, bahkan ada yang merasa malu karena dianggap ‘sok pintar’. Padahal, buku adalah gudangnya ilmu dan jalan menuju perbaikan diri,” ungkap Wisnu.
Sebagai langkah awal, Wisnu bersama beberapa rekannya memulai Pelita dengan kegiatan sederhana seperti mengadakan diskusi buku, membaca bersama, dan menyediakan sudut baca di kampus.
"Saya inisiatif memulai dari langkah kecil, dengan harapan mahasiswa STAI Al-Azhary semakin rajin membaca dan merasa senang dengan buku," tambahnya.
Pelita bukan hanya sekadar gerakan literasi, tetapi juga wadah untuk membangun budaya berpikir kritis dan kreatif di lingkungan kampus.
Artikel Terkait
Zwembad, Kolam Renang Manggarai di Jakarta
Bela Negara Adalah Bela Rumah Keluarga Bangsa
Mutiara Pagi: Mata Air Kehidupan (Bagian 1716)
Meningkatkan Semangat Belajar dengan Metode TGT: Inovasi Mahasiswa STAI Al-Azhary di SDN Sukasarana
Pertama di Indonesia, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Bandung Sulap Limbah Jelantah jadi Rupiah
Langit Menangis, Bumi Merindu, Jiwa-Jiwa Bersaksi
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah
Mutiara Pagi: Penderitaan Terbesar (Bagian 1717)
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan