Wisnu berharap, melalui Pelita, mahasiswa tidak hanya rajin membaca, tetapi juga mampu memahami dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Buku adalah teman setia yang tidak pernah meninggalkan kita. Dengan membaca, kita membuka jendela dunia. Semoga Pelita dapat menjadi cahaya bagi mahasiswa untuk lebih mencintai ilmu pengetahuan,” tutup Wisnu penuh harapan.
Gerakan ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif terhadap buku dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di berbagai kampus untuk terus menyalakan api literasi.
Artikel Terkait
Zwembad, Kolam Renang Manggarai di Jakarta
Bela Negara Adalah Bela Rumah Keluarga Bangsa
Mutiara Pagi: Mata Air Kehidupan (Bagian 1716)
Meningkatkan Semangat Belajar dengan Metode TGT: Inovasi Mahasiswa STAI Al-Azhary di SDN Sukasarana
Pertama di Indonesia, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Bandung Sulap Limbah Jelantah jadi Rupiah
Langit Menangis, Bumi Merindu, Jiwa-Jiwa Bersaksi
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah
Mutiara Pagi: Penderitaan Terbesar (Bagian 1717)
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan