daerah

Nji Anah Zangeres-Dichteres di Tjiandjoer

Selasa, 12 November 2024 | 05:36 WIB

Namun, Mochamad Enoch belum menjadi ketua VORL. Ketika VORL mengundang juru tembang Cianjuran Nji Anah dari Cianjur pada 2 November 1935, siaran langsungnya diselenggarakan di rumah Enoch di Heetjansweg No. 1. Saat itu Enoch masih dikatakan sebagai “salasahidji Pembantoe Pengoeroes VORL Bandoeng” (Sipatahoenan, 4 November 1935).

Pada 1 April 1936, secara resmi VORL menggunakan sender (zender) kepunyaan sendiri. Zender itu dipasang di Gedung Paguyuban Pasundan, di Pasoendanweg 14, dan diberi nama Y.D.H.7, menggunakan golfengte 107.53 meter. Sebelum resmi digunakan, zender sempat diuji coba beberapa hari.

Dan sebagai programa spesial dalam rangka penggunaan zender baru, VORL mengadakan perhelatan tembang Sunda dengan mendatangkan Nji Anah dari Cianjur pada 11 April 1936 (Sipatahoenan, 31 Maret 1936)."

Relasi antara seniman Tjiandjoer dan perkembangannya di Bandoeng setidaknya juga digambarkan dengan mengundang Nji anah pada beberapa kegiatan seperti di jelaskan di atas selain juga kongres tembang sunda tahun1956di Gedong Himpunan saudara di Bandoeng.

Perkembangan tembang sunda juga sangat dipengaruhi oleh meminjam istilah dari Dr nina "prilaku menak/priyayi" misal pada pergantian masa jaabatan bupati yg dipegang oleh Demang Natakusuma 1910-1912 beliau kurang memperhatikan para seniman "kadaleman".

Karena itu, para seniman mlai membawa Tembang keluar"padaleman" dan mengajarkan kesenian itu kepada masyarakat, meskipun terbatas hanya untuk keturunan menak yg disebut menak kaum.

Yang berbeda dengan pendahulunya semasa pemerintaha RA.A Prawiradirja II dan R.A.A Kusumaningrat atau dikenal dengan nama Dalem kanjeng Pancaniti (1834-1862).

Untuk perkembangan Tembang Sunda dari masa kemasa di Tjandjoer inshaallah penulis akan menjelaskan di lain waktu.

Wallahu A'lam Bish Shawab...

Halaman:

Tags

Terkini