Journalnusantara.com, Cianjur - Dalam rangka penerimaan anggota baru untuk Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa GASMI Cianjur yang diselenggarakan pada 09-10 November 2024 di Pesantren Al-Khaidir Cihideung, Kabupaten Cianjur, PAC Pagar Nusa Karangtengah menggelar Mapag.
Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang hadir terdiri dari siswa dari pondok pesantren dan sekolah seperti SMP dan MA AL-KHAIDIR, SMP NU Cianjur, SMP dan SMK Gema Pelita.
Ketua PAC Pagar Nusa Karangtengah, M. Ikmal, yang menyampaikan bahwa kasus perundungan di kalangan pelajar saat ini merupakan pekerjaan rumah bersama, kegiatan penerimaan anggota baru ini dapat dijadikan wadah untuk membangun solidaritas dan rasa saling menghargai antar sesama peserta.
Menurutnya salah satu cara untuk menghindari terjadinya bullying adalah dengan mengarahkan generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif, seperti berlatih pencak silat.
"Selain itu, dalam penerimaan anggota baru ini, penting untuk menekankan pada nilai-nilai spiritual dan disiplin yang terkandung dalam pencak silat, yang dapat memberikan ketenangan batin dan rasa percaya diri bagi para peserta," katanya.
Selain itu, Pagar Nusa sebagai organisasi yang memiliki tugas untuk melestarikan warisan pencak silat Wali Songo, sebagaimana dijelaskan oleh Dewan Majelis Pendekar, M. Zehan Fahlevi, akrab dengan panggilan Kang Zehan, perlunya memperkenalkan keberagaman aliran silat yang ada di Indonesia kepada para peserta.
"Dengan begitu, mereka dapat lebih memahami kekayaan budaya pencak silat dari berbagai daerah, seperti silat Betawi, Minang, Mandar, dan lainnya," ujarnya.
Ia menyebut pentingnya untuk menghindari sikap eksklusif dan mendorong rasa persatuan dalam perbedaan. Pada acara tersebut, para peserta juga harus diberi kesempatan untuk mempelajari sejarah pencak silat yang kaya akan nilai-nilai spiritual.
Sementara itu Pembina Pagar Nusa Gasmi Cianjur, H. Abdul Basyir Alfani, menjelaskan bahwa pencak silat tidak hanya tentang bela diri fisik, tetapi juga mengandung unsur spiritual yang mendalam, yang menjadi bagian dari pengajaran agama di pesantren.
Selain pelatihan fisik, ia menjelaskan bahwa acara ini dapat mempererat hubungan antar peserta, seperti diskusi tentang nilai-nilai silat dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga martabat diri dan orang lain.
"Dipastikan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan aman, dengan menjaga kesehatan dan keselamatan peserta selama kegiatan berlangsung. Mengingat jumlah peserta yang cukup banyak, koordinasi yang baik antara panitia dan instruktur sangat diperlukan untuk memastikan semua kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta," tandasnya.