daerah

Tangkal Faham Wahabi, GP Ansor Karangtengah Cianjur Perkuat Lembaga Pendidikan

Senin, 12 Agustus 2024 | 12:08 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - GP Ansor selalu mengedepankan persaudaraan dalam perbedaan, tetapi jika ada sekelompok orang yang berani menjauhkan dari amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jamaah perspektif Nahdlatul Ulama yang sudah mengakar di tengah-tengah masyarakat dan mengganggu keutuhan NKRI.

"Hanya ada satu kata, lawan!" kata Ketua PAC GP Ansor Karangtengah, Khotibul Umam kepada Journalnusantara.com, Senin (12/08/2024).

Menurutnya, bahwa Wahabi ini selalu menjadi ancaman pemersatu yang merupakan sebuah ancaman eksistensi bangsa Indonesia.

"Kita harus siap mengawal garda terdepan, membela ulama, mengawal ulama, mengawal fatwa ulama terkait larangan ketika ada wahabi di Kecamatan Karangtengah. Tentu kita akan terdepan melindungi NKRI," tegas Umam sapaan akrabnya.

Pihaknya menyebut di GP Ansor, ajaran yang pertama yaitu NKRI harga mati. Apa yang membahayakan NKRI akan jadi lawan dan tugas GP Ansor melawan.

"Apapun keputusan MWC NU dan Para Ulama di Kecamatan Karangtengah sebagai orang tua kita akan kita kawal, apalagi untuk keutuhan NKRI," tuturnya.

Disampaikan Umam, dengan semakin gencarnya gerakan wahabisme di daerah Kecamatan Karangtengah melalui lembaga pendidikan, maka GP Ansor berharap kepada seluruh kader yang memiliki lembaga pendidikan baik formal/non formal untuk segera bergerak cepat memperkuat kurikulum lembagannya.

"Dengan menambahkan materi mengenai ke Aswajaan, ke NU’an dan kebangsaan, guna membentengi anak-anak usia dini atau siswa dan santrinya dari doktrin-doktrin salafi wahabi," jelasnya.

Dalam penegasannya Umam menyatakan, selain untuk menangkal paham wahabi agar bisa juga memperkuat lembaga tersebut untuk mewujudkan peserta didik yang berwawasan luas, agamis berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah, berkarakter akhlaqul karimah, kreatif, inovatif dan mandiri.

"Inilah salah satu yang bisa kita ikhtiarkan bersama-sama," tukasnya.

Tags

Terkini