JournalNusantara.com - Hari Bandung Lautan Api yang jatuh pada tanggal 24 Maret diperingati untuk mengenang perlawanan rakyat Bandung pada masa kolonial Belanda.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa para pahlawannya. Hal ini bertujuan agar jiwa patriosme dan rela berkorban untuk bangsa dan negara selalu terpatri dihati sanubari rakyat Indonesia.
Baca Juga: Kurma Sukari Baik Untuk Kesehatan Kulit
"Menurut beberapa buku yang pernah saya pelajari, Bandung Lautan Api bermula ketika pasukan sekutu datang di Bandung pada 17 Oktober 1945. Pasukan Sekutu bersama Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA) pun melakukan teror terhadap rakyat sehingga terjadi pertempuran-pertempuran." Ujar aktivis sekaligus Advokat Cianjur Susane Febriyati kepada JournalNusantara.com, Minggu (24/3/2024).
"Pada 21 November 1945 Sekutu mengeluarkan ultimatum agar para pejuang menyerahkan senjatanya dan mengosongkan Bandung Utara. Namun, ultimatum itu tidak diindahkan oleh para pejuang. Mereka terus melakukan perlawanan.' Tambahnya.
Baca Juga: Konsumsi Kurma Bermanfaat Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil
"Sampailah pada tanggal 23 Maret 1946, pihak sekutu kembali mengeluarkan ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) mengosongkan seluruh kota Bandung dan mundur sejauh 11 km. Untuk menghindari penderitaan rakyat dan kehancuran kota Bandung, maka Pemerintah RI menyetujui untuk mengosongkan kota Bandung.
Rakyat pun diinstruksikan untuk mengungsi dengan membawa barang seadanya pada tanggal 24 Maret 1946. Sebagian mengatur perjalanan ke pengungsian dan sebagian menyelamatkan dokumen penting." Jelasnya.
Baca Juga: Vitamin A Yang Terkandung Dalam Kurma Sukari Sangat Baik Untuk Kesehatan Mata
"Namun, pada malam harinya sebagian dari mereka juga mulai membakar hingga meledakkan gedung-gedung penting di Bandung agar tidak bisa digunakan Sekutu. Salah satu pejuang militer Muhammad Toha juga meledakkan gedung mesiu dan gugur di dalamnya. Pada tengah malam 24 Maret 1946 Bandung pun sepenuhnya terbakar dan menyisakan lautan Api. Peristiwa itu pun dikenang sampai saat ini dengan sebutan Hari Bandung Lautan Api." Pungkas Susane.
Susane Febriyati yang saat ini digadang-gadang menjadi Bacalon Bupati Cianjur berharap hari-hari besar nasional selalu diingat dan diperingati oleh segenap masyarakat nasional karena banyak pelajaran dan hikmat yang terkandung didalamnya.***