Tanyakan Dana Stimulan Gempa, Pendopo Cianjur di Demo Hingga Pintu Gerbang Utara Jebol

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Kamis, 1 Juni 2023 | 15:20 WIB
Aksi unjuk rasa penyintas gempa bumi di Pendopo Cianjur. Foto: Istimewa
Aksi unjuk rasa penyintas gempa bumi di Pendopo Cianjur. Foto: Istimewa

JournalNusantara.com - Sejumlah massa dari Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) mendatangi pendopo untuk mempertanyakan pencairan dana stimulan gempa. Aksi diwarnai saling dorong antara demonstran dengan satpol PP hingga menyebabkan pintu gerbang utara Jebol. Rabu, (31/5).

Dalam aksi tersebut, salah satu peserta unjuk rasa mengalami dugaan tindak kekerasan pemukulan dari oknum Satpol PP akibat peserta aksi memaksa masuk ke gedung pendopo sesaat setelah jebolnya pintu gerbang.

Baca Juga: Mahmud MD Merespon Kekhawatiran Kubu Anies Terkait Isu Penjegalan Dalam Pilpres 2024

Sebelum insiden, dugaan tindak kekerasan pemukulan dari oknum Satpol PP itu, sempat terjadi aksi dorong dorongan pintu di bagian utara Pendopo Cianjur. Setelah pintu gerbang tersebut jebol, pendemonstrasi berlarian berusaha merengsek memasuki Pendopo.

Sejumlah petugas Satpol PP yang tengah bejaga pun berusaha menahan para peserta aksi unjuk rasa untuk masuk, akan tetapi bentrokan tersebut berujung kepada dugaan pemukulan okum Satpol PP kepada seorang pengunjuk rasa.

Baca Juga: Panglima TNI Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas

Ketua Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM), Galih Widyaswara membenarkan insiden tersebut mewarnai aksi demo yang dipimpin oleh AMCM.

"Berawal ketika para perserta aksi mau masuk ke arah Pendopo dan dihadang petugas keamanan, tiba-tiba seorang oknum Satpol PP memukul pengunjuk rasa," kata Galih.

Atas hal itu pihaknya akan segara melaporkan insiden tersebut ke kepolisian.

"Kami bakal segera melaporan tindak kekerasan okum Satpol PP yang telah memukul seorang perserta aksi unjuk rasa sebagai efek jera," ujarnya.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat (UAH) di Ganjar Gelar Doctor Honoris Causa Oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta

Sementara itu, Kepala Satpol PP Cianjur Tedi Artiawan membantah anggotanya melakukan aksi pemukulan terhadap peserta aksi unjuk rasa.

"Tidak memukul, anggota kami hanya menahan para pendemo agar tidak masuk ke Pendopo," kata Tedi.

Banyaknya korban gempa yang kemarin melanda Kabupaten Cianjur menyebabkan proses pemulihan membutuhkan waktu yang lama termasuk distribusi berbagai dana bantuan untuk para korban tersebut. Aksi pengawalan terkait pemulihan pasca gempa terus dilakukan termasuk melalui aksi demontrasi yang sudah beberapa kali dilakukan oleh AMCM.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X