Untuk itu tambah Komboy, yang seharusnya bertanggungjawab dan menjadi jaminan adalah pemerintah pusat.
Jaminan itu harusnya dari Kemendagri, karena Kemendagri yang merubah regulasi ini.
Kalau tahu akan ada perubahan UU Otsus, dana Pendidikan Kesehatan diberikan langsung ke Kabupaten Kota, mestinya data itu harus disiapkan sebelumnya.
Sehingga pada proses perubahan regulasi dana Pendidikan tidak menjadi masalah seperti sekarang ini.
Jadi Kemendagri harus memberikan sebuah kepastian dan bertanggung jawab, karena kalau dilempar ke Provinsi Induk mereka merasa urusan Pendidikan sudah kembali ke Kabupaten Kota, sebaliknya diserahkan ke DOB tapi sampai sekarang belum selesai.
"Jadi Mendagri harus bertanggung jawab, sehingga orang tuanya tidak merasa resa,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu perwakilan orang tua siswa penerima beasiswa Affirmasi Otsus Papua, John Reba, mengatakan bahwa persoalan ini bukan persoalan baru, untuk itu pemerintah daerah dan pusat harus memberikan solusi penyelesaian persoalan beasiswa affirmasi Otsus.
Baca Juga: BPD IMA AMS Gagas Forum Group Discussion OKP dan Pemuda Daerah Cianjur
"Kami berharap Pemerintah jangan tinggal diam atau pura-pura tidak ada masalah. Karena hal ini sudah lama, jadi tolong Pemerintah ambil langkah cepat untuk selesaikan masalah ini. Pemerintah jangan mengulur waktu, Pemerintah harus bekerja ekstra untuk menolong anak-anak kami, karena masa depan Papua ada pada mereka,” tutupnya.
Artikel Terkait
Memindahkan Kebesaran Al Azhar Mesir ke Indonesia
Terlalu...Mario Dandy Isi Bensin Mobil BMW Mewah, Langsung Kabur !
Keseruan Puteri Indonesia Intelegensia 1 2022 Nonton Konser Blackpink
Kang Emil Dikatain "Maneh" oleh Guru, Sekolah Langsung Pecat, Netizen: Sadis Banget Gubernur Kadrun
Heran...Romo Paskal Bongkar Mafia Perdagangan Manusia, Malah Dipolisikan Oknum BIN !
KPK Tegaskan Pentingnya Transparansi Informasi dan Anggaran
Sekulerisme: Ideologi Jaringan Koruptor
BPD IMA AMS Gagas Forum Group Discussion OKP dan Pemuda Daerah Cianjur
Ridwan Kamil Hadiahi Dana Pendidikan bagi Siswa yang Patungan Beli Sepatu untuk Temannya
Spirit Guru Bangsa: Cak Nur, Gus Dur, dan Buya Syafi’i dalam Aspek Bernegara Masa Kini