Potret Buram Anggaran dan Dualisme Kepemimpinan di Cianjur 2025-2030

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 26 Februari 2026 | 20:58 WIB

Kebijakan energi pun memicu ketegangan ekologis. Proyek geothermal di kawasan konservasi Gunung Gede Pangrango diposisikan sebagai medan tempur antara logika proyek pemerintah dan logika keselamatan warga.

Minimnya transparansi dokumen hidrogeologi memicu krisis kepercayaan publik. Warga khawatir ambisi mengejar energi hijau justru akan mengancam sumber air yang menjadi urat nadi kehidupan di Cianjur.

Dua Matahari di Pucuk Pimpinan

Di luar persoalan teknis, muncul isu sensitif mengenai dualisme kepemimpinan. Diskusi publik menangkap persepsi kuat adanya dua pusat pengaruh yang berbeda arah antara jalur formal dan non-formal.

Fragmentasi komunikasi ini menyebabkan birokrasi kehilangan nakhoda tunggal, menciptakan ketidakpastian hukum bagi investor, serta melemahkan legitimasi kebijakan di mata rakyat.

Menuntut Audit Total

Keberhasilan pemerintahan tidak boleh hanya diukur dari tumpukan dokumen administratif yang bagus di atas meja bupati, tegas Ridwan Marcell merangkum hasil diskusi.

Laporan ini merekomendasikan audit fiskal secara menyeluruh, validasi ulang data PKBM secara fisik, serta penguatan komunikasi strategis kepala daerah untuk mengakhiri spekulasi dualisme.

Tahun pertama adalah fondasi. Jika fondasi ini dibangun di atas data yang rapuh, anggaran yang mencekik, dan kepemimpinan yang terbelah, maka mimpi pembangunan berkelanjutan di Cianjur terancam runtuh sebelum waktunya.

Kontak Media:
Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) / YLBHC
Email: [email protected]
Narahubung: Bestari Bunga Angguni, S.H. (CEO PT RBI & RBUC)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X