Journalnusantara.com - Arusman alias Mantok, Kepala Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, sekali lagi membuktikan posisinya sebagai pemimpin yang sangat dipercaya.
Didampingi istrinya, Poniatik, Arusman telah menjabat sebagai Kepala Desa selama tiga periode berturut-turut, atau hampir 15 tahun.
Keberhasilan luar biasa ini diyakininya berakar pada sikapnya yang gemar turun langsung dalam kegiatan masyarakat, kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan, dan keterbukaannya dalam menerima kritik. "Ini bukti kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan saya," ujar Arusman.
Baru-baru ini, sempat beredar isu mengenai dugaan penyimpangan terkait program alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi tahun 2024, yang diluncurkan melalui KSM Sumber Rejeki.
Namun, saat dikonfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya pada Jumat (26/9/2025), Arusman dengan tegas membantah dan menegaskan bahwa seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai prosedur.
"Kita bisa turun ke lapangan, dan saya akan tunjukkan bukti bahwa semuanya sudah saya kerjakan sesuai aturan," ungkap Arusman, sembari menunjukkan dokumen pekerjaan sanitasi MCK kepada para wartawan.
Terkait gosip yang menyebutkan bahwa istrinya, Poniatik, kurang ramah terhadap kalangan wartawan, Arusman memberikan klarifikasi yang menyejukkan.
"Istri saya memang punya sifat agak cuek, bukan hanya kepada media, tapi memang perangainya seperti itu," jelasnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa terlepas dari sifat cuek tersebut, istrinya dikenal baik di lingkungan masyarakat.
"Namun dia baik dengan ibu-ibu di sini dan juga akrab dengan beberapa wartawan. Jadi kalau ada yang merasa kurang nyaman, ya dimaklumi saja. Jangan diambil hati," tambahnya.
Warga Desa Pematang Cengal sendiri mengaku bangga dan bersyukur atas kepemimpinan Arusman yang dinilai telah membawa banyak kemajuan bagi desa.
Mengakhiri penjelasannya, Arusman kembali menekankan prinsipnya. "Prinsip saya sederhana, menjalankan tugas sesuai tupoksi sebagai pamong rakyat. Kritik dari media atau LSM adalah hal biasa, dan saya selalu terbuka terhadap masukan," pungkasnya. (Ramlan)
Artikel Terkait
Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Manajemen Dakwah UIN Bandung, Merespons Tantangan Zaman dan Integrasi Digital
Dari Parade Raksasa Menuju Kolaborasi Lebah
Waspada di Meja Makan, Tiga Kunci Mengonsumsi Makanan Aman
Hidup Segar dari Akar, Mengapa Sayuran Harus Jadi Bintang Utama
Waspada Minuman yang Mengancam Kesehatan
Dua Sisi Mata Uang, Risiko dan Bahaya di Balik Olahraga
Kukuhkan DP MUI 27 Kecamatan se-Lamongan, KH. M. Said Humaidy: MUI Sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah
Mutiara Pagi: Mutiara Cintaku (Bagian 1980)
Kisah Partai Ka’bah: Satu Muktamar, Dua Aklamasi
Mutiara Pagi: Bunga Kasih di Pelaminan (Bagian 1981)