Journalnusantara.com, Cianjur – Suasana hangat penuh semangat menyelimuti Pendopo Kabupaten Cianjur saat dilangsungkannya acara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 dari STAI Al-Azhary Cianjur. Kelompok ini akan melaksanakan pengabdian di Desa Campaka, Kecamatan Campaka, mengusung jargon penuh makna: “Mengabdi, Berkarya.”
Acara pelepasan dihadiri oleh Ketua STAI Al-Azhary Cianjur, civitas akademika, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh peserta KKN 2025. Momentum ini menjadi awal dari semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program-program yang telah disiapkan secara kolaboratif.
Muhammad Hamdani, selaku Ketua Kelompok 11, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jargon Mengabdi, Berkarya menjadi ruh utama dalam setiap langkah yang akan dijalankan.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai mitra aktif dalam pembangunan desa. Kami siap belajar bersama, berkolaborasi, dan meninggalkan jejak karya yang bermanfaat,” ungkapnya.
Setibanya di Desa Campaka, Kelompok 11 disambut hangat oleh Pemerintah Desa. Kepala Desa Campaka Nurjaman, bersama Babinsa Desa Campaka Ahmad, menyampaikan arahan dan dukungan penuh kepada seluruh peserta KKN. Mereka berharap kehadiran mahasiswa dapat memberi energi baru dalam pembangunan desa.
Desa Campaka dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan UMKM, namun masih menghadapi tantangan dalam hal digitalisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, program-program KKN yang akan dijalankan meliputi pelatihan keterampilan, edukasi lingkungan, literasi anak-anak, serta penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Dengan semangat Mengabdi, Berkarya, Kelompok 11 STAI Al-Azhary Cianjur siap menjadi bagian dari proses perubahan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Campaka.
Semoga kehadiran mereka membawa dampak positif dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Air dan Kehidupan, Sumber Utama Kelangsungan Makhluk Hidup
Mutiara Pagi: Takut Perbedaan (Bagian 1902)
Robot Polisi dan Masa Depan Penegakan Hukum: Refleksi Kritis atas Uji Coba Tanpa Anggaran Negara
Trump: Indonesia Tak Penting?
Diduga Ada Kejanggalan, Seleksi Direktur Teknik Perumdam Tirta Mukti Cianjur Dipertanyakan
Dari Buku untuk Desa: Ajak Wujudkan Pojok Baca di Mekarwangi
KKN Kelompok 9 STAI Al-Azhary Resmi Diterima di Desa Sukajadi: Siap Bersinergi Tebarkan Manfaat
Pujian, Antara Fitrah dan Fitnah
Jaringan Intelektual Muda Cianjur Soroti Dugaan Penunjukan Langsung Pengadaan Beras CPPD Rp 2,6 Miliar
Mutiara Pagi: Yang Mereka Butuhkan (Bagian 1903)