Oleh: Ai Komariah (Mahasiswi Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung)
Anak-anak dengan down syndrome kerap diberikan stigma tidak bisa apa-apa dan menjadi beban. Padahal tak sedikit dari mereka yang mampu mandiri bahkan menorehkan prestasi membanggakan.
Memiliki anak yang terlahir dengan down syndrome bukanlah hal yang mudah. Tidak sedikit orang tua merasa kecewa, malu, bahkan tidak mau mengakui keberadaan anaknya yang berbeda dengan kebanyakan anak normal lainnya.
Down Syndrome atau Sindrom Down adalah kondisi yang menyebabkan anak dilahirkan dengan kromosom yang berlebih atau kromosom ke-21. Gangguan ini disebut juga dengan trisomi 21 dan dapat menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik dan mental, bahkan kecacatan.
Baca Juga: BKPRMI Cianjur Gelar Diklatsar Brigade Masjid
Gangguan ini adalah kelainan kromosom genetik yang paling umum terjadi. Selain itu, kelainan ini juga dapat menyebabkan masalah terkait kesehatan, seperti gangguan jantung dan pencernaan. Tidak sedikit anak dengan gangguan ini mengalami kecacatan seumur hidup dan bahkan harapan hidupnya lebih pendek.
Dengan adanya kemajuan medis dan pemahaman yang lebih baik tentang Sindrom Down, peningkatan kualitas hidup anak menjadi lebih baik. Intervensi dini yang dilakukan juga dapat membantu pengidapnya untuk menjalani kehidupan yang memuaskan. Peran keluarga sangat penting untuk membantu kehidupan pengidap Sindrom Down.
Banyak sekali stigma yang kurang baik dari masyarakat terhadap ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) “Down Syndrom“ mereka sering di anggap lemah, tidak berdaya dan bahkan dianggap beban serta tidak berguna. Anak adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada yang gagal, semuanya adalah sempurna dari Allah. Ada anak yang dilahirkan normal, ada anak yang dilahirkan istimewa. Stigma buruk yang diyakini sebagian kalangan, turut menghambat perkembangan penderita Down Syndrome.
Baca Juga: Bungkam Madura United, Persib Bandung Naik ke Posisi 3 Klasemen Liga 1 Indonesia
Sebab tak jarang mereka dianggap menyulitkan orang-orang di sekitarnya, sehingga tak mendapatkan dukungan bagi proses perkembangannya. Anak Down Syndrome itu tidak boleh dihakimi, tapi diberi kesempatan. Karena mereka punya kemampuan. Mereka bisa melakukan apapun sama seperti kita, hanya memang lebih membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Mulai berusaha dari dalam diri sendiri untuk tidak mencemooh anak-anak istimewa tersebut, dengan banyak kasus kejadian bullying terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, saya harap kita sebagai generasi muda dan orang orang yang berwenang serta yang peduli terhadap seluruh anak bangsa diharapkan :
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kehidupan orang dengan Down Syndrome guna menghapus stigma negatif terhadap dengan mereka di masyarakat serta mendorong partisipasi penuh orang dengan down syndrome dalam aktivitas sosial.
Meningkatkan akses pendidikan inklusif terhadap orang dengan down syndrome sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Baca Juga: Daftar Para Pemenang Seoul Music Awards 2023
Artikel Terkait
Maria Selena Ungkap Cowok Suka Olahraga Bikin Macho
Resmi, Yann Sommer Gabung Bayern Munchen
Siapa Fir’aun di Kalangan Umat?
Daftar Para Pemenang Seoul Music Awards 2023
KPK Memeriksa Kasus Dugaan Suap Penanganan Terhadap Hercules
4 Sebab Hujan Terasa Panas di Bulan Januari 2023
Tim JPU Saling Menguatkan untuk Membacakan Tuntutan 12 Tahun Penjara ke Brahada E
Makna Tuntutan Penjara Seumur Hidup bagi Ferdy Sambo
Bungkam Madura United, Persib Bandung Naik ke Posisi 3 Klasemen Liga 1 Indonesia
BKPRMI Cianjur Gelar Diklatsar Brigade Masjid