Jangan sampai seperti yang biasa terjadi di belahan dunia lain. Selain kesepakatan di balik layar yang tidak jarang terjadi dengan “pemaksaan halus”, juga keputusan-keputusan serasa dipaksakan. Mereka yang menentang, bahkan sekedar ingin menyampaikan pendapat ruang geraknya diperkecil. Bahkan dengan mematikan microphone sekalipun.
Keterbukaan dan kejujuran menjadi Karakter demokrasi. Dan jika anda ragu dengan keterbukaan dan kejujuran itu, jangan “ngaku-ngaku” paling demokrasi. Jangan-Jangan anda adalah diktator yang bersembunyi di balik pengakuan demokrasi….Semoga tidak!
Jamaica City, 7 December 202
Diaspora Indonesia di kota Dunia, NYC.