Bintang-Bintang KTT G20, Jokowi, Joe Biden, Xi Jinping, Rishi Sunak, dan Justin Trudeau

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 17 November 2022 | 05:28 WIB
Dahlan Iskan (istimewa)
Dahlan Iskan (istimewa)

Itu sebagai pengganti kalimat keras ''mengutuk terjadinya serangan Rusia ke Ukraina''. Lewat rumusan Modi itu secara tidak langsung semua negara sudah menyatakan tidak setuju dengan serangan Rusia ke Ukraina. Tanpa menyebabkan G20 pecah.

Tentu Biden-Jinping menjadi bintang utama. Tiga jam mereka baku dapa kali pertama sebagai sesama presiden. Pun masing-masing sudah menyampaikan garis merah yang tidak boleh saling dilewati.

Biden tampak sekali menekankan: dalam hal Taiwan tidak ada perubahan sikap lama Amerika. Dan itu sudah dipegang puluhan tahun: hanya mengakui satu China, tapi melindungi Taiwan secara militer.

Yang dikhawatirkan Tiongkok adalah: Amerika akan mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Berarti akan ada dua China.

Jaminan Biden itu kelihatannya dianggap cukup. Yang penting Taiwan tidak merdeka. Berarti Tiongkok harus bekerja keras agar bisa membuat Taiwan kembali ke Tiongkok secara damai. Atau sekalian memancing Taiwan agar menyatakan diri merdeka, agar ada alasan menyerbunya.

Tapi di zaman ini tidak seharusnya ada lagi perang.

Yang menggembirakan: keduanya sepakat pertemuan di Bali itu diteruskan dengan kunjungan tingkat menteri. Biden segera mengirim menlunya ke Beijing. Demikian juga sebaliknya, Jinping.

"Tidak akan ada lagi perang dingin di zaman ini. Apalagi perang panas," ujar Biden.

Jabat tangan plus senyum diperlihatkan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat pertemuan bilateral di Nusa Dua, Bali, 14 November 2022.

Yang Biden juga tegaskan ke Jinping adalah soal Korea Utara. Agar Tiongkok mengerem Kim Jong-un. Hanya Tiongkok yang bisa mengendalikannya. Secara tidak langsung Biden bilang begitu.

Tiongkok kelihatannya memang menggunakan Jong-un untuk melampiaskan kekecewaannya pada Amerika. Khususnya soal pemasangan alat pengintai terbesar di Korsel. Yang sampai bisa mengawasi Tiongkok. Biden mengatakan, itu untuk mengawasi Korea Utara. Amerika harus melakukan itu untuk melindungi sekutunya: Korsel dan Jepang.

Baca Juga: KTT G20, Presiden RI Ungkap Filosofi Patung Garuda Wisnu Kencana, Berpegangan Tangan, Hidup Rukun, dan Bahagia

Rasanya Biden juga minta Jinping untuk berperan mengakhiri perang di Ukraina. Mungkin saja bisa. Yang sulit adalah mencarikan alasan agar Rusia mundur dari Ukraina.

Apakah mungkin dicarikan komitmen dari Barat: Ukraina tidak akan diterima menjadi anggota NATO. Ini cukup alasan bagi Rusia untuk mengakhiri perang. Sedang pengeluaran bantuan untuk perang bisa diabadikan untuk pembangunan ekonomi Ukraina.

Yang jelas Bali mencatatkan diri sebagai tempat terjadinya titik tolak peredaan ketegangan dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X