Pun demikian dengan agenda aksi damai di kota Cianjur yang telah bergema sejak jauh hari yang lalu. Masa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menggugat dengan dua agenda besar tuntutannya yakni 1. Percepat pencairan dana bantuan tanpa ada tahapan, dan 2. Usut tuntas dugaan penyelewengan dana bantuan gempa, dengan tagline aksi "KEadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia." merupakan bentuk kemajuan berdemokrasi.
Kran kebebasan berpendapat dan bersuara di muka umum harus dibuka lebar-lebar. Jika sebaliknya, maka kita wajib membaca ulang syahadat kemanusiaan kembali, karena hal yang paling asasi dan satu-satunya kebanggaan yang tersisa dalam tubuh ini adalah keberanian berbicara, berkata-kata menyampaikan kebenaran, menuntut keadilan di hadapan penguasa, jika ini alfa dalam jiwa kita, rusaklah kemuliaan kita sebagai manusia merdeka.
Baca Juga: Video Viral Naik Haji Buang Duit Diduga Habib Kribo: Tuhan Nggak Parkir di Ka'bah !
Namun demikian, di tengah gegap gempita spirit perubahan ke arah perbaikan, selalu sahaja ada pihak-pihak yang melemahkan ghirah perjuangan, dan jangan heran inilah seninya berjuang bersama rakyat. Nada-nada sumbang, cemoohan, hinaan bahkan fitnah sekalipun harus dihadapi dengan tegar oleh masa aksi. Karena teror yang sebenarnya yang akan melemahkan pergerakan rakyat ini bukanlah ancaman pembunuhan, hinaan dan fitnah, melainkan teror kenikmatan dalam wujud proyek-proyek pemerintah yang akan dijadikan senjata oleh penguasa dan antek-anteknya yang merasa terancam eksistensinya.
Karenanya waspadalah kepada segenap masa aksi yang akan dan tengah bergerak untuk rakyat, konsistensi komitmen dan loyalitas terhadap nilai kemanusiaan versus kenikmatan sesaat hadiah penguasa, akan menjadi pertaruhan integritas diri pada akhirnya. Menjadi Pejuang Kemanusiaan atau Pelacur Kekuasaan adalah pilihan bukan takdir Tuhan.
Cintailah Cianjur dengan jujur dan sepenuh hati, karena dua hal ini teramat mahal harganya di kota ini. Bahkan penguasapun belum dapat memperlihatkan kejujuran dan kecintaannya yang tulus terhadap Tatar Santri ini. Terbukti, banyaknya sengkarut yang sukar untuk diurai dan dicarikan solusinya bagi Cianjur ini. Lemahnya kepemimpinan dan tidak jelasnya arah pembangunan di Kab. Cianjur menjadi pangkal penyebab anjloknya indek pembangunan manusia (IPM) dan lahirnya status kemiskinan ekstrim di tatar Santri ini, dan inilah hal yang selalu menggelisahkan tidur kita di malam buta serta menghinakan kita di siang petang. Diakui penulis ada banyak hal yang tertinggal di Kota ini jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat.
Baca Juga: Mahfudz MD Dampingi Presiden Jokowi Hadiri Festival Tradisi Islam Nusantara
Kepada masa aksi, selamat bergerak dan menyuarakan kebenaran demi keadilan, jaga kondusifitas dan patuhi regulasi yang ada, hindari provokasi dan sabotase oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Jangan pernah berhenti, teruslah berkata-kata dengan logika, karena kata adalah senjata. Tunduk tertindas atau bangkit melawan karena sejatinya diam adalah pengkhianatan. Kepada penguasa lokal dan rezimnya, jangan lari atas masa aksi apalagi sembunyi, hadapilah mereka dengan riang gembira dan segerakan untuk mengabulkan tuntutannya.
Mereka meminta sedikit haknya, hanya sejengkal perut bukan seluas laut, setangkup bukan sebakul, rangkul jangan kau pukul, dan muliakan jangan kau hinakan masa aksi, karena merekalah pemilik kedaulatan yang sebenarnya dari Republik Indonesia ini. ***
Penulis adalah Akademisi dan Aktivis Penggiat Anti Korupsi serta Ketua Yayasan Cianjur Institute (YCI).