Oleh: Nanang Gojali
Syekh Ibahim Albajuri, dalam kitabnya Hasyiyah Albajuri mengatakan bahwa jumlah rakaat shalat fardhu menggunakan pola 24434 itu mengacu pada surah fathir ayat 1 yang menjelaskan jumlah sayap malaikat itu juga menggunakan pola 22-33-44.
Dari sini dapat diasumsikan (bukan cocoklogi) bahwa shalat fadhu yang kita kerjakan 5 kali sehari semalam tujuannya agar kehidupan kita (orang yang shalat) menjadi mulia mendekati kemuliaan malaikat yang selalu setia pada perintah Allah.
Baca Juga: Jalan Sinagar-Cipelah Pasir Kuda Segera Diperbaiki
Ir. H. Wahyudi, sarjana ilmu tanah IPB mencoba melakukan riset mandiri bagaimana jumlah rakaat ini bisa berpengaruh terhadap kedekatan kita kepada Allah berdasarkan rumus matematik. Ia mengajukan hipotesis semakin banyak raka'at shalat (17 raka'at shalat wajib plus berpuluh raka'at sejumlah shalat sunat), maka akan semakin besar kemungkinan menjadi manusia mulia mendekati kemuliaan malaikat.
Selain itu, insinyur yang menjadi staf ahlinya Bob Sadino itu, juga mencoba melakukan riset matematis tentang jumlah raka'at shalat sunat tarawih, baik yang 11 maupun yang 23. Hipotesis yang ia ajukan bahwa baik yang 11 maupun yang 23 sama-sama mengandung kebenaran matematis.
Baca Juga: KPK Jalin Kerjasama Bareng Bappenas RI
Setelah lama melakukan riset, hasilnya
sungguh menakjubkan bahwa baik yang jumlah raka'at 11 maupun yang 23 keduanya mengandung kebenaran ilmiah (matematis) adalah dengan penjelasan sbb:
1. Jumlah takbir dalam shalat tarawih yang 11 rakaat = 1786 kali (74x19)
2. Jumlah takbir dalam shalat tarawih yang 23 rakaat = 456 (24x19).
Angka jumlah bilangan rakaat dan angka 19 adalah angka- angka yang diperlukan dalam formula/rumus:
*Ss = n.£*
Ss: kesalehan + shalat
N: bilangan bulat
£: konstanta basmalah
Dalam matematika, kebenaran suatu angka jika angka tersebut bisa masuk kedalam komponen rumus. Karena baik jumlah raka'at tarawih 11 maupun 23 masuk kedalam komponen rumus, maka kesimpulannya, bahwa tarawih yang 11 BENAR dan tarawih yang 23 juga BENAR secara matematis.
Baca Juga: Polres Sukabumi Musnahkan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Lodaya 2023
Kesimpulan besarnya dari riset yang kecil-kecilan tetapi hasilnya luar biasa itu, bahwa kebenaran agama bisa juga dibuktikan dengan kebenaran ilmiah. Dan matematika yang selama ini dianggap ilmu hitungan yang tidak ada hubungannya dengan agama, ternyata bisa dijadikan pendekatan untuk memahami agama.
Wallahu A'lam