opini

Memahami Bab Ketiga Qanun Asasi dan Relevansinya Saat Ini

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:14 WIB
Pertemuan silaturahmi antara Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf dengan pimpinan NU se-Kalimantan di Kantor PWNU Kalimantan Timur. (PBNU / SM)

Oleh: Ahmad Fahrur Rozi

Bab Ketiga Qanun Asasi Nahdlatul Ulama berisi arah perjuangan ulama dalam menjaga agama, memperkuat pendidikan, membangun persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan umat. Meski ditulis puluhan tahun lalu, isinya tetap sangat relevan hingga hari ini.

Pertama, pentingnya mempererat hubungan antarulama Ahlussunnah wal Jamaah menjadi sangat dibutuhkan di tengah maraknya perpecahan, hoaks, dan provokasi di media sosial. Persatuan ulama dan umat menjadi benteng penting menjaga moderasi dan kedamaian.

Kedua, ajaran untuk menyeleksi kitab sebelum diajarkan juga relevan di era digital saat ini. Jika dahulu ulama memeriksa kitab, maka sekarang umat harus cerdas menyaring informasi, ceramah, dan konten agama agar tidak mudah terpengaruh paham ekstrem dan menyesatkan.

Ketiga, dakwah harus dilakukan dengan cara yang baik dan bijaksana. Di era modern, dakwah tidak cukup hanya di mimbar, tetapi juga harus hadir secara santun dan mencerdaskan di ruang digital.

Keempat, penguatan madrasah dan pesantren menunjukkan bahwa pendidikan adalah prioritas utama. Kurikulum pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk adab, disiplin, spiritualitas, dan ketahanan moral.

Tradisi shalat berjamaah, mengaji kitab, dzikir, tirakat, dan khidmah kepada guru sangat penting di tengah krisis moral zaman modern.

Kelima, kepedulian kepada fakir miskin, anak yatim, pesantren, dan masyarakat lemah menunjukkan bahwa perjuangan Islam harus menghadirkan manfaat sosial nyata bagi umat.

Keenam, perhatian terhadap penguatan ekonomi umat membuktikan bahwa para ulama sejak dahulu telah memikirkan pentingnya kemandirian ekonomi melalui kerja sama, usaha, dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Bab Ketiga Qanun Asasi bukan hanya dokumen sejarah, tetapi pedoman perjuangan yang tetap hidup dan relevan untuk menjawab tantangan zaman saat ini.

Seharusnya poin-poin inilah yang menjadi konsen utama kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama: penguatan pendidikan, dakwah, persatuan ulama, pelayanan sosial, dan kemandirian ekonomi umat, bukan disibukkan oleh hal-hal lain yang justru menjauh dari ruh perjuangan para muassis NU.

Tags

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB