Pada akhirnya, “Yang menyangka ada jalan pintas dalam iman akan menemukan jalan buntu dalam sejarah”, begitu pendakuan Goenawan Mohamad dalam esai reflektifnya, Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai (2008). Demikianlah.
Selalu saja ada misterium yang mengitari-Nya, pasti. Jangan-jangan, Tuhan “masa depan” seperti lamat-lamat diakui dalam tulisan Armstrong adalah Tuhan yang “dialami” oleh kaum mistikus?
Dialah Tuhan yang “membuka Diri dan Lapang” dan tanpa pengerdilan akan-Nya dari kaum demagog. Itu sebab, jalan menemui Tuhan membentang sangat luas sebanyak detak irama jantung orang-orang yang merindui-Nya.