Memang, di setiap ajaran spiritual ada kelompok yang minimalis dalam penghargaan terhadap guru (seperti Wahabi atau Theravada), dan ada pula yang terlampau menuhankan guru (seperti beberapa komunitas Sai Baba).
Namun, kultur spiritual orang Jawa dan Buddhis Nusantara sejak dulu bersifat seimbang: mensakralkan sosok guru secara sosio-kultural, namun tetap mandiri dalam mengolah batin.
Oleh karena itu, menyimak tayangan viral Trans7 yang mengolok-olok tradisi pesantren terasa kurang sreg. Meskipun tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya skandal feodalisme di beberapa pesantren, kita tidak boleh lantas menggeneralisasi (gebyah uyah) bahwa semua tradisi penghormatan khusus pada guru itu jelek dan pembodohan. Sudah sejak lama saya tahu bahwa Trans7 seringkali menjadi corong suara kelompok yang dangkal kecerdasan olah rasanya dalam menghormati apa yang pantas dihormati.